<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ephie2&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://ephie2.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ephie2.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Jan 2010 11:53:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ephie2.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ephie2&#039;s Blog</title>
		<link>http://ephie2.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ephie2.wordpress.com/osd.xml" title="Ephie2&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ephie2.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Aliran-Aliran Pada Olahraga Karate</title>
		<link>http://ephie2.wordpress.com/2010/01/05/aliran-aliran-pada-olahraga-karate/</link>
		<comments>http://ephie2.wordpress.com/2010/01/05/aliran-aliran-pada-olahraga-karate/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 10:59:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ephie2</dc:creator>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[aliran dalam karate]]></category>
		<category><![CDATA[Gojo-ryu]]></category>
		<category><![CDATA[Shito-ryu]]></category>
		<category><![CDATA[shorin-ryu]]></category>
		<category><![CDATA[shotokan]]></category>
		<category><![CDATA[uechi-ryu]]></category>
		<category><![CDATA[wado-ryuKyokushin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ephie2.wordpress.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Aliran Karate Seperti telah disinggung diatas, ada banyak aliran Karate di Jepang, dan sebagian dari aliran-aliran tersebut sudah masuk ke Indonesia. Adapun ciri khas dan latar belakang dari berbagai aliran Karate yang termasuk dalam &#8220;4 besar JKF&#8221; adalah sebagai berikut: Shotokan Shoto adalah nama pena Gichin Funakoshi, Kan dapat diartikan sebagai gedung/bangunan &#8211; sehingga shotokan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ephie2.wordpress.com&amp;blog=10022008&amp;post=156&amp;subd=ephie2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Aliran Karate</h2>
<p><a href="http://ephie2.files.wordpress.com/2010/01/karate2.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-165" title="karate2" src="http://ephie2.files.wordpress.com/2010/01/karate2.jpeg?w=120&#038;h=120" alt="" width="120" height="120" /></a>Seperti telah disinggung diatas, ada banyak aliran Karate di Jepang, dan sebagian dari aliran-aliran tersebut sudah masuk ke Indonesia.</p>
<p>Adapun ciri khas dan latar belakang dari berbagai aliran Karate yang termasuk dalam &#8220;4 besar <a title="JKF (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=JKF&amp;action=edit&amp;redlink=1">JKF</a>&#8221; adalah sebagai berikut:<span id="more-156"></span></p>
<h2>Shotokan</h2>
<p><em>Shoto</em> adalah nama pena Gichin Funakoshi, <em>Kan</em> dapat diartikan sebagai gedung/bangunan &#8211; sehingga <em>shotokan</em> dapat diterjemahkan sebagai Perguruan Funakoshi. Gichin Funakoshi merupakan pelopor yang membawa ilmu karate dari Okinawa ke Jepang. Aliran <em>Shotokan</em> merupakan akumulasi dan standardisasi dari berbagai perguruan karate di Okinawa yang pernah dipelajari oleh Funakoshi. Berpegang pada konsep <em>Ichigeki Hissatsu</em>, yaitu satu gerakan dapat membunuh lawan. Shotokan menggunakan kuda-kuda yang rendah serta pukulan dan tangkisan yang keras. Gerakan Shotokan cenderung linear/frontal, sehingga praktisi Shotokan berani langsung beradu pukulan dan tangkisan dengan lawan.</p>
<h2>Goju-ryu</h2>
<p><em>Goju</em> memiliki arti keras-lembut. Aliran ini memadukan teknik keras dan teknik lembut, dan merupakan salah satu perguruan karate tradisional di Okinawa yang memiliki sejarah yang panjang. Dengan meningkatnya popularitas Karate di Jepang (setelah masuknya <em>Shotokan</em> ke Jepang), aliran Goju ini dibawa ke Jepang oleh Chojun Miyagi. Miyagi memperbarui banyak teknik-teknik aliran ini menjadi aliran Goju-ryu yang sekarang, sehingga banyak orang yang menganggap Chojun Miyagi sebagai pendiri Goju-ryu. Berpegang pada konsep bahwa &#8220;dalam pertarungan yang sesungguhnya, kita harus bisa menerima dan membalas pukulan&#8221;. Sehinga Goju-ryu menekankan pada latihan SANCHIN atau pernapasan dasar, agar para praktisinya dapat memberikan pukulan yang dahsyat dan menerima pukulan dari lawan tanpa terluka. Goju-ryu menggunakan tangkisan yang bersifat circular serta senang melakukan pertarungan jarak rapat.</p>
<h2>Shito-ryu</h2>
<p>Aliran Shito-ryu terkenal dengan keahlian bermain KATA, terbukti dari banyaknya KATA yang diajarkan di aliran Shito-ryu, yaitu ada 30 sampai 40 KATA, lebih banyak dari aliran lain. Namun yang tercatat di soke/di Jepang ada 111 kata beserta bunkainya. Sebagai perbandingan, Shotokan memiliki 25, Wado memiliki 17, Goju memiliki 12 KATA. Dalam pertarungan, ahli Karate Shito-ryu dapat menyesuaikan diri dengan kondisi, mereka bisa bertarung seperti Shotokan secara frontal, maupun dengan jarak rapat seperti Goju.</p>
<h2>Wado-ryu</h2>
<p>Wado-ryu adalah aliran Karate yang unik karena berakar pada seni beladiri Shindo Yoshin-ryu <a title="Jujutsu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jujutsu">Jujutsu</a>, sebuah aliran beladiri Jepang yang memiliki teknik kuncian persendian dan lemparan. Sehingga Wado-ryu selain mengajarkan teknik Karate juga mengajarkan teknik kuncian persendian dan lemparan/bantingan Jujutsu. DIdalam pertarungan, ahli Wado-ryu menggunakan prinsip Jujutsu yaitu tidak mau mengadu tenaga secara frontal, lebih banyak menggunakan tangkisan yang bersifat mengalir (bukan tangkisan keras), dan terkadang menggunakan teknik Jujutsu seperti bantingan dan sapuan kaki untuk menjatuhkan lawan. Akan tetapi, dalam pertandingan FORKI dan JKF, para praktisi Wado-ryu juga mampu menyesuaikan diri dengan peraturan yang ada dan bertanding tanpa menggunakan jurus-jurus Jujutsu tersebut.</p>
<p>Sedangkan aliran Karate lain yang besar walaupun tidak termasuk dalam &#8220;4 besar JKF&#8221; antara lain adalah:</p>
<h2>Kyokushin</h2>
<p><a title="Kyokushin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kyokushin">Kyokushin</a> tidak termasuk dalam 4 besar Japan Karatedo Federation. Akan tetapi, aliran ini sangat terkenal baik didalam maupun diluar Jepang, serta turut berjasa mempopulerkan Karate di seluruh dunia, terutama pada tahun 1970an. Aliran ini didirikan oleh Sosai Masutatsu Oyama. Nama <em>Kyokushin</em> mempunyai arti <em>kebenaran tertinggi</em>. Aliran ini menganut sistem Budo Karate, dimana praktisi-praktisinya dituntut untuk berani melakukan <em>full-contact</em> kumite, yakni tanpa pelindung, untuk mendalami arti yang sebenarnya dari seni bela diri karate serta melatih jiwa/semangat keprajuritan (budo). Aliran ini juga menerapkan <em>hyakunin kumite</em> (kumite 100 orang) sebagai ujian tertinggi, dimana karateka diuji melakukan 100 kumite berturut-turut tanpa kalah. Sosai Oyama sendiri telah melakukan kumite 300 orang. Adalah umum bagi praktisi aliran ini untuk melakukan 5-10 kumite berturut-turut.</p>
<h2>Shorin-ryu</h2>
<p>Aliran ini adalah aliran Karate yang asli berasal dari Okinawa. Didirikan oleh Shoshin Nagamine yang didasarkan pada ajaran Yasutsune Anko Itosu, seorang guru Karate abad ke 19 yang juga adalah guru dari Gichin Funakoshi, pendiri Shotokan Karate. Dapat dimaklumi bahwa gerakan Shorin-ryu banyak persamaannya dengan Shotokan. Perbedaan yang mencolok adalah bahwa Shorin-ryu juga mengajarkan bermacam-macam senjata, seperti Nunchaku, Kama dan Rokushaku Bo.</p>
<h2>Uechi-ryu</h2>
<p>Aliran ini adalah aliran Karate yang paling banyak menerima pengaruh dari beladiri China, karena pencipta aliran ini, Kanbun Uechi, belajar beladiri langsung di provinsi Fujian di China. Oleh karena itu, gerakan dari aliran Uechi-ryu Karate sangat mirip dengan Kungfu aliran Fujian, terutama aliran Baihequan (Bangau Putih). <a rel="nofollow" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Uechi-ry%C5%AB"></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ephie2.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ephie2.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ephie2.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ephie2.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ephie2.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ephie2.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ephie2.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ephie2.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ephie2.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ephie2.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ephie2.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ephie2.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ephie2.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ephie2.wordpress.com/156/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ephie2.wordpress.com&amp;blog=10022008&amp;post=156&amp;subd=ephie2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ephie2.wordpress.com/2010/01/05/aliran-aliran-pada-olahraga-karate/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9f2e1f3735834da9ff53e5b6fb902b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ephie2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ephie2.files.wordpress.com/2010/01/karate2.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">karate2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERTANDINGAN KARATE</title>
		<link>http://ephie2.wordpress.com/2010/01/05/pertandingan-karate/</link>
		<comments>http://ephie2.wordpress.com/2010/01/05/pertandingan-karate/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 10:53:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ephie2</dc:creator>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[kata]]></category>
		<category><![CDATA[komite]]></category>
		<category><![CDATA[luas lapangan]]></category>
		<category><![CDATA[peralatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ephie2.wordpress.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[Pertandingan Karate Pertandingan karate dibagi atas dua jenis yaitu : Kumite (perkelahian) putera dan puteri Kata (jurus) putera dan puteriKumite Kumite dibagi atas kumite perorangan dengan pembagian kelas berdasarkan berat badan dan kumite beregu tanpa pembagian kelas berat badan (khusus untuk putera). Sistem pertandingan yang dipakai adalah reperchance (WUKO) atau babak kesempatan kembali kepada atlet yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ephie2.wordpress.com&amp;blog=10022008&amp;post=154&amp;subd=ephie2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Pertandingan Karate</h2>
<p>Pertandingan karate dibagi atas dua jenis yaitu :</p>
<ol>
<li><em>Kumite</em> (perkelahian) putera dan puteri</li>
<li><em>Kata</em> (jurus) putera dan puteriKumite</li>
</ol>
<p><em><a href="http://ephie2.files.wordpress.com/2010/01/karate1.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-162" title="karate1" src="http://ephie2.files.wordpress.com/2010/01/karate1.jpeg?w=135&#038;h=135" alt="" width="135" height="135" /></a>Kumite</em> dibagi atas kumite perorangan dengan pembagian kelas berdasarkan berat badan dan kumite beregu tanpa pembagian kelas berat badan (khusus untuk putera). Sistem pertandingan yang dipakai adalah <em>reperchance</em> (WUKO) atau babak kesempatan kembali kepada atlet yang pernah dikalahkan oleh sang juara. Pertandingan dilakukan dalam satu babak (2-3 menit bersih) dan 1 babak perpanjangan kalau terjadi seri, kecuali dalam pertandingan beregu tidak ada waktu perpanjangan. Dan jika masih pada babak perpanjangan masih mengalami nilai seri, maka akan diadakan pemilihan karateka yang paling ofensif dan agresif sebagai pemenang.<span id="more-154"></span></p>
<h3>Kata</h3>
<p>Pada pertandingan kata yang diperagakan adalah keindahan gerak dari jurus, baik untuk putera maupun puteri. Sesuai dengan <em>Kata</em> pilihan atau <em>Kata</em> wajib dalam peraturan pertandingan.</p>
<p>Para peserta harus memperagakan <em>Kata</em> wajib. Bila lulus, peserta akan mengikuti babak selanjutnya dan dapat memperagakan <em>Kata</em> pilihan.</p>
<p>Pertandingan dibagi menjadi dua jenis: <em>Kata</em> perorangan dan <em>Kata</em> beregu. <em>Kata</em> beregu dilakukan oleh 3 orang. Setelah melakukan peragaan <em>Kata</em> , para peserta diharuskan memperagakan aplikasi dari <em>Kata</em> (<em>bunkai</em>). <em>Kata</em> beregu dinilai lebih prestisius karena lebih indah dan lebih susah untuk dilatih.</p>
<p>Menurut standar JKF dan WKF, yang diakui sebagai <em>Kata</em> Wajib adalah hanya 8 <em>Kata</em> yang berasal dari perguruan 4 Besar JKF, yaitu Shotokan, Wado-ryu, Goju-ryu and Shito-ryu, dengan perincian sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Shotokan : Kankudai dan Jion.</li>
<li>Wado-ryu : Seishan dan Chinto.</li>
<li>Goju-ryu : Saifa dan Seipai.</li>
<li>Shito-ryu: Seienchin dan Bassaidai.</li>
</ul>
<p>Karateka dari aliran selain 4 besar tidak dilarang untuk ikut pertandingan Kata JKF dan WKF, hanya saja mereka harus memainkan <em>Kata</em> sebagaimana dimainkan oleh perguruan 4 besar di atas.</p>
<h3>Luas lapangan</h3>
<ul>
<li>Lantai seluas 8 x 8 meter, beralas papan atau matras di atas panggung dengan ketinggian 1 meter dan ditambah daerah pengaman berukuran 2 meter pada tiap sisi.</li>
<li>Arena pertandingan harus rata dan terhindar dari kemungkinan menimbulkan bahaya.</li>
</ul>
<p>Pada Kumite Shiai yang biasa digunakan oleh FORKI yang mengacu peraturan dari WKF, idealnya adalah menggunakan matras dengan lebar 10 x 10 meter. Matras tersebut dibagi kedalam tiga warna yaitu putih, merah dan biru. Matras yang paling luar adalah batas <em>jogai</em> dimana karate-ka yang sedang bertanding tidak boleh menyentuh batas tersebut atau akan dikenakan pelanggaran. Batas yang kedua lebih dalam dari batas jogai adalah batas peringatan, sehingga karate-ka yang sedang bertanding dapat memprediksi ruang arena dia bertanding. Sisa ruang lingkup matras yang paling dalam dan paling banyak dengan warna putih adalah arena bertanding efektif.</p>
<h2>Peralatan peralatan dalam pertandingan karate</h2>
<p>Peralatan yang diperlukan dalam pertandingan karate</p>
<ol>
<li>Pakaian karate (<em>karategi</em>) untuk kontestan</li>
<li>Pelindung tangan</li>
<li>Pelindung tulang kering</li>
<li>Ikat pinggang (<em>Obi</em>) untuk kedua kontestan berwarna merah/aka dan biru/ao</li>
<li>Alat-alat lain yang diperbolehkan tapi bukan menjadi keharusan adalah:
<ul>
<li>Pelindung gusi (di beberapa pertandingan menjadi keharusan)</li>
<li>Pelindung tubuh untuk kontestan putri</li>
<li>Pelindung selangkangan untuk kontestan putera</li>
</ul>
</li>
<li>Peluit untuk arbitrator/alat tulis</li>
<li>Seragam wasit/juri
<ul>
<li>Baju putih</li>
<li>Celana abu-abu</li>
<li>Dasi merah</li>
<li>Sepatu karet hitam tanpa sol</li>
</ul>
</li>
<li>Papan nilai</li>
<li>Administrasi pertandingan</li>
<li>Lampu merah, hijau, kuning sebagai tanda waktu pertandingan dengan pencatat waktu (stop watch).</li>
</ol>
<p>Tambahan: Khusus untuk Kyokushin, pelindung yang dipakai hanyalah pelindugn selangkangan untuk kontestan putra. Sedangkan pelindung yang lain tidak diperkenankan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ephie2.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ephie2.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ephie2.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ephie2.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ephie2.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ephie2.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ephie2.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ephie2.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ephie2.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ephie2.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ephie2.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ephie2.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ephie2.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ephie2.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ephie2.wordpress.com&amp;blog=10022008&amp;post=154&amp;subd=ephie2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ephie2.wordpress.com/2010/01/05/pertandingan-karate/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9f2e1f3735834da9ff53e5b6fb902b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ephie2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ephie2.files.wordpress.com/2010/01/karate1.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">karate1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ASAL-USUL PERKEMBANGAN KARATE</title>
		<link>http://ephie2.wordpress.com/2010/01/05/karate/</link>
		<comments>http://ephie2.wordpress.com/2010/01/05/karate/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 10:46:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ephie2</dc:creator>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[falsafah karate]]></category>
		<category><![CDATA[Mizu No Kokoro]]></category>
		<category><![CDATA[rakka]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[teknik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ephie2.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah Karate (空 手 道) adalah seni bela diri yang berasal dari Jepang. Seni bela diri karate dibawa masuk ke Jepang lewat Okinawa. Seni bela diri ini pertama kali disebut &#8220;Tote” yang berarti seperti “Tangan China”. Waktu karate masuk ke Jepang, nasionalisme Jepang pada saat itu sedang tinggi-tingginya, sehingga Sensei Gichin Funakoshi mengubah kanji Okinawa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ephie2.wordpress.com&amp;blog=10022008&amp;post=149&amp;subd=ephie2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sejarah<br />
</strong></p>
<p><strong><strong><a href="http://ephie2.files.wordpress.com/2010/01/karate.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-160" title="karate" src="http://ephie2.files.wordpress.com/2010/01/karate.jpeg?w=126&#038;h=125" alt="" width="126" height="125" /></a>Karate</strong></strong> (空 手 道) adalah seni <a title="Bela diri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bela_diri">bela diri</a> yang berasal dari <a title="Jepang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang">Jepang</a>. Seni bela diri karate dibawa masuk ke Jepang lewat <a title="Okinawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Okinawa">Okinawa</a>. Seni bela diri ini pertama kali disebut &#8220;Tote” yang berarti seperti “Tangan China”. Waktu karate masuk ke Jepang, nasionalisme Jepang pada saat itu sedang tinggi-tingginya, sehingga Sensei Gichin Funakoshi mengubah kanji Okinawa (Tote: Tangan China) dalam kanji Jepang menjadi ‘karate’ (Tangan Kosong) agar lebih mudah diterima oleh masyarakat Jepang. Karate terdiri dari atas dua kanji. Yang pertama adalah ‘Kara’　空 dan berarti ‘kosong’. Dan yang kedua, ‘te’　手, berarti ‘tangan&#8217;. Yang dua kanji bersama artinya “tangan kosong”　空手 (<a title="Pinyin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pinyin">pinyin</a>: <em>kongshou</em>).<span id="more-149"></span></p>
<p>Menurut <a title="Zen-Nippon Karatedo Renmei (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zen-Nippon_Karatedo_Renmei&amp;action=edit&amp;redlink=1">Zen-Nippon Karatedo Renmei</a>/<a title="Japan Karatedo Federation (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Japan_Karatedo_Federation&amp;action=edit&amp;redlink=1">Japan Karatedo Federation</a> (JKF) dan <a title="World Karatedo Federation (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=World_Karatedo_Federation&amp;action=edit&amp;redlink=1">World Karatedo Federation</a> (WKF), yang dianggap sebagai gaya karate yang utama yaitu:</p>
<ol>
<li><a title="Shotokan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Shotokan">Shotokan</a></li>
<li><a title="Goju-Ryu (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Goju-Ryu&amp;action=edit&amp;redlink=1">Goju-Ryu</a></li>
<li><a title="Shito-Ryu (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Shito-Ryu&amp;action=edit&amp;redlink=1">Shito-Ryu</a></li>
<li><a title="Wado-Ryu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wado-Ryu">Wado-Ryu</a></li>
</ol>
<p>Keempat aliran tersebut diakui sebagai gaya Karate yang utama karena turut serta dalam pembentukan JKF dan WKF.</p>
<p>Namun gaya karate yang terkemuka di dunia bukan hanya empat gaya di atas itu saja. Beberapa aliran besar seperti <strong><a title="Kyokushin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kyokushin">Kyokushin</a></strong> , <strong><a title="Shorin-ryu (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Shorin-ryu&amp;action=edit&amp;redlink=1">Shorin-ryu</a></strong> dan <strong><a title="Uechi-ryu (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Uechi-ryu&amp;action=edit&amp;redlink=1">Uechi-ryu</a></strong> tersebar luas ke berbagai negara di dunia dan dikenal sebagai aliran Karate yang termasyhur, walaupun tidak termasuk dalam &#8220;4 besar WKF&#8221;.</p>
<p>Di negara Jepang, organisasi yang mewadahi olahraga Karate seluruh Jepang adalah JKF. Adapun organisasi yang mewadahi Karate seluruh dunia adalah WKF (dulu dikenal dengan nama WUKO &#8211; <em>World Union of Karatedo Organizations</em>). Ada pula ITKF (<em>International Traditional Karate Federation</em>) yang mewadahi karate tradisional. Adapun fungsi dari JKF dan WKF adalah terutama untuk meneguhkan Karate yang bersifat &#8220;tanpa kontak langsung&#8221;, berbeda dengan aliran Kyokushin atau Daidojuku yang &#8220;kontak langsung&#8221;.</p>
<p>Latihan dasar karate terbagi tiga seperti berikut:</p>
<ol>
<li><em>Kihon</em>, yaitu latihan teknik-teknik dasar karate seperti teknik memukul, menendang dan menangkis.</li>
<li><em>Kata</em>, yaitu latihan jurus atau bunga karate.</li>
<li><em>Kumite</em>, yaitu latihan tanding atau sparring.</li>
</ol>
<p>Pada zaman sekarang karate juga dapat dibagi menjadi aliran tradisional dan aliran <a title="Olah raga" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Olah_raga">olah raga</a>. Aliran tradisional lebih menekankan aspek bela diri dan teknik tempur sementara aliran olah raga lebih menumpukan teknik-teknik untuk pertandingan olah raga.</p>
<h2>Falsafah Karate</h2>
<dl>
<dt><em>Rakka</em> (Bunga yang berguguran)</dt>
</dl>
<p>Ia adalah konsep bela diri atau pertahanan di dalam karate. Ia bermaksud setiap teknik pertahanan itu perlu dilakukan dengan bertenaga dan mantap agar dengan menggunakan satu teknik pun sudah cukup untuk membela diri sehingga diumpamakan jika teknik itu dilakukan ke atas pokok, maka semua bunga dari pokok tersebut akan jatuh berguguran. Contohnya jika ada orang menyerang dengan menumbuk muka, si pengamal karate boleh menggunakan teknik menangkis atas. Sekiranya tangkisan atas itu cukup kuat dan mantap, ia boleh mematahkan tangan yang menumbuk itu. Dengan itu tidak perlu lagi membuat serangan susulan pun sudah cukup untuk membela diri.</p>
<dl>
<dt><em>Mizu No Kokoro</em> (Minda itu seperti air)</dt>
</dl>
<p>Konsep ini bermaksud bahwa untuk tujuan bela diri, minda (pikiran) perlulah dijaga dan dilatih agar selalu tenang. Apabila minda tenang, maka mudah untuk pengamal bela diri untuk mengelak atau menangkis serangan. Minda itu seumpama air di danau. Bila bulan mengambang, kita akan dapat melihat bayangan bulan dengan terang di danau yang tenang. Sekiranya dilontar batu kecil ke danautersebut, bayangan bulan di danau itu akan kabur.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ephie2.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ephie2.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ephie2.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ephie2.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ephie2.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ephie2.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ephie2.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ephie2.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ephie2.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ephie2.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ephie2.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ephie2.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ephie2.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ephie2.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ephie2.wordpress.com&amp;blog=10022008&amp;post=149&amp;subd=ephie2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ephie2.wordpress.com/2010/01/05/karate/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9f2e1f3735834da9ff53e5b6fb902b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ephie2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ephie2.files.wordpress.com/2010/01/karate.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">karate</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah</title>
		<link>http://ephie2.wordpress.com/2009/12/28/sejarah-bola-voli/</link>
		<comments>http://ephie2.wordpress.com/2009/12/28/sejarah-bola-voli/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 14:07:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ephie2</dc:creator>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan voli]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah voli]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ephie2.wordpress.com/2009/12/28/sejarah-bola-voli/</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah bola voli Pada awal penemuannya, olahraga permainan bola voli ini diberi nama Mintonette. Olahraga Mintonette ini pertama kali ditemukan oleh seorang Instruktur pendidikan jasmani (Director of Phsycal Education) yang bernama William G. Morgan di YMCA pada tanggal 9 Februari 1895, di Holyoke, Massachusetts (Amerika Serikat). William G. Morgan dilahirkan di Lockport, New York pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ephie2.wordpress.com&amp;blog=10022008&amp;post=142&amp;subd=ephie2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Sejarah bola voli</h2>
<p><a href="http://ephie2.files.wordpress.com/2009/12/sej.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-177" title="sej" src="http://ephie2.files.wordpress.com/2009/12/sej.jpg?w=144&#038;h=120" alt="" width="144" height="120" /></a>Pada awal penemuannya, olahraga permainan bola voli ini diberi nama  Mintonette. Olahraga Mintonette ini pertama kali ditemukan oleh seorang  Instruktur pendidikan jasmani (Director of Phsycal Education) yang bernama  William G. Morgan di YMCA pada tanggal 9 Februari 1895, di Holyoke,  Massachusetts (Amerika Serikat).<span id="more-142"></span></p>
<p>William G. Morgan dilahirkan di Lockport, New York pada tahun 1870, dan  meninggal pada tahun 1942. YMCA (Young Men’s Christian Association) merupakan  sebuah organisasi yang didedikasikan untuk mengajarkan ajaran-ajaran pokok umat  Kristen kepada para pemuda, seperti yang telah diajarkan oleh Yesus. Organisasi  ini didirikan pada tanggal 6 Juni 1884 di London, Inggris oleh George  William.</p>
<p>Setelah bertemu dengan James Naismith (seorang pencipta olahraga bola basket  yang lahir pada tanggal 6 November 1861, dan meninggal pada tanggal 28 November  1939), Morgan menciptakan sebuah olahraga baru yang bernama Mintonette. Sama  halnya dengan James Naismith, William G. Morgan juga mendedikasikan hidupnya  sebagai seorang instruktur pendidikan jasmani. William G. Morgan yang juga  merupakan lulusan Springfield College of YMCA, menciptakan permainan Mintonette  ini empat tahun setelah diciptakannya olahraga permainan basketball oleh James  Naismith. Olahraga permainan Mintonette sebenarnya merupakan sebuah permainan  yang diciptakan dengan mengkombinasikan beberapa jenis permainan. Tepatnya,  permainan Mintonette diciptakan dengan mengadopsi empat macam karakter olahraga  permainan menjadi satu, yaitu bola basket, baseball, tenis, dan yang terakhir  adalah bola tangan (handball). Pada awalnya, permainan ini diciptakan khusus  bagi anggota YMCA yang sudah tidak berusia muda lagi, sehingga permainan ini-pun  dibuat tidak seaktif permainan bola basket.</p>
<p>Perubahan nama Mintonette menjadi volleyball (bola voli) terjadi pada pada  tahun 1896, pada demonstrasi pertandingan pertamanya di International YMCA  Training School. Pada awal tahun 1896 tersebut, Dr. Luther Halsey Gulick  (Director of the Professional Physical Education Training School sekaligus  sebagai Executive Director of Department of Physical Education of the  International Committee of YMCA) mengundang dan meminta Morgan untuk  mendemonstrasikan permainan baru yang telah ia ciptakan di stadion kampus yang  baru. Pada sebuah konferensi yang bertempat di kampus YMCA, Springfield tersebut  juga dihadiri oleh seluruh instruktur pendidikan jasmani. Dalam kesempatan  tersebut, Morgan membawa dua tim yang pada masing-masing tim beranggotakan lima  orang.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Morgan juga menjelaskan bahwa permainan tersebut adalah  permainan yang dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruangan dengan sangat  leluasa. Dan menurut penjelasannya pada saat itu, permainan ini dapat juga  dimainkan oleh banyak pemain. Tidak ada batasan jumlah pemain yang menjadi  standar dalam permainan tersebut. Sedangkan sasaran dari permainan ini adalah  mempertahankan bola agar tetap bergerak melewati net yang tinggi, dari satu  wilayah ke wilayah lain (wilayah lawan).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ephie2.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ephie2.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ephie2.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ephie2.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ephie2.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ephie2.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ephie2.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ephie2.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ephie2.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ephie2.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ephie2.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ephie2.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ephie2.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ephie2.wordpress.com/142/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ephie2.wordpress.com&amp;blog=10022008&amp;post=142&amp;subd=ephie2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ephie2.wordpress.com/2009/12/28/sejarah-bola-voli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9f2e1f3735834da9ff53e5b6fb902b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ephie2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ephie2.files.wordpress.com/2009/12/sej.jpg?w=201" medium="image">
			<media:title type="html">sej</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teknik</title>
		<link>http://ephie2.wordpress.com/2009/12/28/teknik/</link>
		<comments>http://ephie2.wordpress.com/2009/12/28/teknik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 14:01:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ephie2</dc:creator>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[bloking]]></category>
		<category><![CDATA[passing]]></category>
		<category><![CDATA[service]]></category>
		<category><![CDATA[spike]]></category>
		<category><![CDATA[teknik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ephie2.wordpress.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Teknik Bermain Bola Voli Service Service ada beberapa macam: 1 Service Atas Adalah service dengan awalan melemparkan bola ke atas seperlunya. Kemudian Server melompat untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari atas. 2 Service Bawah Adalah service dengan awalan bola berada di tangan yang tidak memukul bola. Tangan yang memukul bola bersiap dari belakang badan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ephie2.wordpress.com&amp;blog=10022008&amp;post=139&amp;subd=ephie2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Teknik Bermain Bola Voli</h2>
<h3>Service</h3>
<p><a href="http://ephie2.files.wordpress.com/2009/12/smash.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-173" title="smash" src="http://ephie2.files.wordpress.com/2009/12/smash.jpeg?w=117&#038;h=103" alt="" width="117" height="103" /></a>Service ada beberapa macam: 1 Service Atas Adalah service dengan awalan  melemparkan bola ke atas seperlunya. Kemudian Server melompat untuk memukul bola  dengan ayunan tangan dari atas.<span id="more-139"></span></p>
<p>2 Service Bawah Adalah service dengan awalan bola berada di tangan yang tidak  memukul bola. Tangan yang memukul bola bersiap dari belakang badan untuk memukul  bola dengan ayunan tangan dari bawah.</p>
<p>3 Service Mengapung Adalah service atas dengan awalan dan cara memukul yang  hampir sama. Awalan service mengapung adalah melemparkan bola ke atas namun  tidak terlalu tinggi (tidak terlalu tinggi dari kepala). Tangan yang akan  memukul bola bersiap di dekat bola dengan ayunan yang sangat pendek.</p>
<p>yang perlu diperhatikan dalam service</p>
<dl>
<dd>
<ul>
<li>Sikap badan dan pandangan</li>
<li>Lambung keatas harus sesuai dengan kebutuhan.</li>
<li>Saat kapan harus memukul Bola.</li>
</ul>
</dd>
</dl>
<p>Service dilakukan untuk mengawali suatu pertandingan voli</p>
<p>PASSING</p>
<ul>
<li>Passing Bawah (Pukulan/pengambilan tangan kebawah)
<ul>
<li>Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.</li>
<li>tangan dirapatkan, satu dengan yang lain dirapatkan.</li>
<li>Gerakan tangan disesuaikan dengan keras/lemahnya kecepatan bola.</li>
</ul>
</li>
<li>Passing Keatas (Pukulan/pengambilan tangan keatas)
<ul>
<li>Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.</li>
<li>Badan sedikit condong kemuka, siku ditekuk jari-jari terbuka membentuk      lengkungan setengah bola.</li>
<li>Ibu jari dan jari saling berdekatan membentuk segitiga.</li>
<li>Penyentuhan pada semua jari-jari dan gerakannya meluruskan kedua tangan</li>
</ul>
</li>
<li>SPIKEDengan membentuk serangan pukulan yang keras waktu bola berada diatas jaring,  untuk dimasukkan ke daerah lawan. Untuk melakukan dengan baik perlu  memperhatikan faktor-faktor berikut: awalan, tolakan, pukulan, dan pendaratan.  Teknik smash Menurut Muhajir Teknik dalam permainan bola voli dapat diartikan  sebagai cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan  permainan yang berlaku untuk mencapai suatu hasil yang optimal (2006,23).  Menurut pendapat M. Mariyanto mengemukakan bahwa : “ Smash adalah suatu  pukulan yang kuat dimana tangan kontak dengan bola secara penuh pada bagian atas  , sehingga jalannya bola terjal dengan kecepatan yang tinggi, apabila pukulan  bola lebih tinggi berada diatas net , maka bola dapat dipukul tajam ke bawah .”  (2006 : 128 ) Menurut Iwan Kristianto mengemukakan bahwa , Smash adalah  pukulan keras yang biasanya mematikan karena bola sulit diterima atau  dikembalikan . “ (2003 : 143 ) . Spike adalah merupakan bentuk serangan  yang paling banyak digunakan untuk menyerang dalam upaya memperoleh nilai suatu  tim dalam permainan voli . Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa  Teknik Smash atau spike adalah cara memainkan bola dengan efisien dan efektif  sesuai dengan peraturan permainan untuk mencapai pukulan keras yang biasanya  mematikan ke daerah lawan. Tes smash Menurut Sandika mengemukakan bahwa tes  smash adalah tolok ukur untuk mengukur kemampuan smash.</li>
<li>MEMBENDUNG (BLOKING)<a id="Membendung_.28Bloking.29" name="Membendung_.28Bloking.29"></a>Dengan daya upaya di dekat jaring untuk mencoba menahan/menghalangi bola yang  datang dari daerah lawan. Sikap memblok yang benar adalah:a.Jongkok, bersiap untuk melompat.b.Lompat dengan kedua tangan rapat dan lurus ke atas.
<p>c.Saat mendarat hendaknya langsung menyingkir dan memberi kesempatan pada  kawan satu regu untuk bergantian memblok.</p>
<p><a id="Kedudukan_Pemain_.28Posisi_Pemain.29" name="Kedudukan_Pemain_.28Posisi_Pemain.29"></a></p>
<h3>Kedudukan Pemain (Posisi Pemain)</h3>
<p>Pada waktu service kedua regu harus berada dalam lapangan / didaerahnya  masing-masing dalam 2 deret kesamping. Tiga deret ada di depan dan tiga deret  ada di belakang. Pemain nomor satu dinamakan <a title="Server" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Server">server</a>, pemain kedua dinamakan <a title="Spiker (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Spiker&amp;action=edit&amp;redlink=1">spiker</a>,  pemain ketiga dinamakan <a title="Set upper (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Set_upper&amp;action=edit&amp;redlink=1">set  upper</a> atau <a title="Tosser (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tosser&amp;action=edit&amp;redlink=1">tosser</a>,pemain  nomor empat dinamakan <a title="Blocker (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Blocker&amp;action=edit&amp;redlink=1">blocker</a>,  pemain nomor lima dan enam dinamakan <a title="Libero (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Libero&amp;action=edit&amp;redlink=1">libero</a></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ephie2.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ephie2.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ephie2.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ephie2.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ephie2.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ephie2.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ephie2.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ephie2.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ephie2.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ephie2.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ephie2.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ephie2.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ephie2.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ephie2.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ephie2.wordpress.com&amp;blog=10022008&amp;post=139&amp;subd=ephie2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ephie2.wordpress.com/2009/12/28/teknik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9f2e1f3735834da9ff53e5b6fb902b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ephie2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ephie2.files.wordpress.com/2009/12/smash.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">smash</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bola Voli</title>
		<link>http://ephie2.wordpress.com/2009/12/28/bola-voli-2/</link>
		<comments>http://ephie2.wordpress.com/2009/12/28/bola-voli-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 13:51:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ephie2</dc:creator>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[cara permainan]]></category>
		<category><![CDATA[voli]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ephie2.wordpress.com/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[Cara permainan Permainan ini dimainkan oleh 2 tim yang masing-masing terdiri dari 6 orang pemain dan berlomba-lomba mencapai angka 25 terlebih dahulu. Dalam sebuah tim, terdapat 4 peran penting, yaitu Tosser (atau setter), spiker (tukang smash), libero, dan defender (pemain bertahan). Tosser atau pengumpan adalah orang yang bertugas untuk mengumpankan bola kepada rekan-rekannya dan mengatur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ephie2.wordpress.com&amp;blog=10022008&amp;post=136&amp;subd=ephie2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Cara permainan</h2>
<p><a href="http://ephie2.files.wordpress.com/2009/12/bolavoli.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-169" title="bolavoli" src="http://ephie2.files.wordpress.com/2009/12/bolavoli.jpg?w=231&#038;h=153" alt="" width="231" height="153" /></a>Permainan ini dimainkan oleh 2 tim yang masing-masing terdiri dari 6 orang  pemain dan berlomba-lomba mencapai angka 25 terlebih dahulu.</p>
<p>Dalam sebuah tim, terdapat 4 peran penting, yaitu Tosser (atau setter),  spiker (tukang smash), libero, dan defender (pemain bertahan). Tosser atau  pengumpan adalah orang yang bertugas untuk mengumpankan bola kepada  rekan-rekannya dan mengatur jalannya permainan. Spiker bertugas untuk memukul  bola agar jatuh di daerah pertahanan lawan. Libero adalah pemain bertahan yang  bisa bebas keluar dan masuk tetapi tidak boleh mensmash bola ke seberang net.  Defender adalah pemain yang bertahan untuk menerima serangan dari lawan.<span id="more-136"></span></p>
<p>Untuk bermain bola voli tidak menuntut kemampuan fisik yang tinggi, yang  diperlukan hanyalah semangat untuk mau mengejar bola kemanapun jatuhnya :p.  perlahan-lahan teknik yang diperlukan untuk bermain voli itu akan tumbuh dengan  sendirinya.</p>
<p>Justru ada satu hal yang mungkin dilupakan oleh banyak orang, yaitu bahwa  bermain voli juga menuntut kemampuan otak yang prima, terutama tosser. Tosser  harus dapat mengatur jalannya permainan. Tosser harus memutuskan apa yang harus  dia perbuat dengan bola yang dia dapat, dan semuanya itu dilakukan dalam  sepersekian detik sebelum bola jatuh ke lapangan sepanjang permainan.</p>
<p>Jadi hanya orang bodoh yang mengatakan bahwa yang penting dalam bermain voli  adalah lompatan yang tinggi, passing yang bagus, dan pukulan yang keras. Tanpa  otak maupun kemauan yang cukup mustahil semua itu bisa tercapai.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ephie2.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ephie2.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ephie2.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ephie2.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ephie2.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ephie2.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ephie2.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ephie2.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ephie2.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ephie2.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ephie2.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ephie2.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ephie2.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ephie2.wordpress.com/136/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ephie2.wordpress.com&amp;blog=10022008&amp;post=136&amp;subd=ephie2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ephie2.wordpress.com/2009/12/28/bola-voli-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9f2e1f3735834da9ff53e5b6fb902b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ephie2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ephie2.files.wordpress.com/2009/12/bolavoli.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bolavoli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Narkoba</title>
		<link>http://ephie2.wordpress.com/2009/12/16/narkoba/</link>
		<comments>http://ephie2.wordpress.com/2009/12/16/narkoba/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 11:12:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ephie2</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[ciri-ciri]]></category>
		<category><![CDATA[jenis]]></category>
		<category><![CDATA[narkoba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ephie2.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Narkoba Ciri2 pemakai narkoba: Perubahan perangai atau perilaku sehari-hari. Seperti biasanya periang tiba-tiba menjadi pemurung, mudah tersinggung dan cepat marah tanpa alasan yang jelas. Tapi bisa juga yang terjadi sebaliknya. Jika ia semula pendiam, tiba-tiba berubah menjadi lebih periang dan mudah tertawa. Sering menguap dan mengantuk, malas, melamun dan tidak mempedulikan kebersihan atau penampilan diri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ephie2.wordpress.com&amp;blog=10022008&amp;post=108&amp;subd=ephie2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Narkoba</strong></p>
<p><strong><a href="http://ephie2.files.wordpress.com/2009/12/narkoba.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-167" title="narkoba" src="http://ephie2.files.wordpress.com/2009/12/narkoba.jpeg?w=96&#038;h=137" alt="" width="96" height="137" /></a>Ciri2 pemakai narkoba:</strong></p>
<ol>
<li>Perubahan perangai atau      perilaku sehari-hari. Seperti biasanya periang tiba-tiba menjadi pemurung,      mudah tersinggung dan cepat marah tanpa alasan yang jelas. Tapi bisa juga yang      terjadi sebaliknya. Jika ia semula pendiam, tiba-tiba berubah menjadi      lebih periang dan mudah tertawa.<span id="more-108"></span></li>
<li>Sering menguap dan mengantuk,      malas, melamun dan tidak mempedulikan kebersihan atau penampilan diri Tapi      kadang-kadang bisa berubah menjadi rajin sekali, bahkan seperti tidak      kenal lelah.</li>
<li>Menjadi tidak disiplin atau      sering kabur baik dirumah atau disekolah</li>
<li>Nilai rapor atau prestasi yang      lain menurun</li>
<li>Lebih sering menyendiri,      bersembunyi di tempat-tempat gelap atau sepi agar tidak terlihat orang</li>
<li>Lingkungan pergaulannya berbeda      dari biasanya, atau lebih senang bergaul dengan orang-orang tertentu saja yang      mempunyai ciri-ciri seperti tanda-tanda diatas.</li>
<li>Mencuri apa saja milik orang      tua atau saudara untuk alasan yang tidak jelas, karena ia membutuhkan uang      tersebut untuk membeli narkoba.</li>
<li>Sering cemas, mudah stress atau      gelisah, sukar tidur dan mudah curiga</li>
<li>Pelupa seperti orang bego atau      pikun</li>
<li>Mata merah seperti mengantuk      terus dan biasanya menyembunyikannya dengan memakai kaca mata hitam</li>
</ol>
<p><strong>1. Opium<br />
</strong>Opium adalah jenis narkotika yang paling berbahaya. Dikonsumsi dengan cara ditelan langsung atau diminum bersama teh, kopi atau dihisap bersama rokok atau syisya (rokok ala Timur Tengah). Opium diperoleh dari buah pohon opium yang belum matang dengan cara menyayatnya hingga mengeluarkan getah putih yang lengket.</p>
<p>Pada mulanya, pengonsumsi opium akan merasa segar bugar dan mampu berimajinasi dan berbicara, namun hal ini tidak bertahan lama. Tak lama kemudian kondisi kejiwaannya akan mengalami gangguan dan berakhir dengan tidur pulas bahkan koma.</p>
<p>Jika seseorang ketagihan, maka opium akan menjadi bagian dari hidupnya. Tubuhnya tidak akan mampu lagi menjalankan fungsi-fungsinya tanpa mengonsumsi opium dalam dosis yang biasanya. Dia akan merasakan sakit yang luar biasa jika tidak bisa memperolehnya. Kesehatannya akan menurun drastic. Otot-otot si pecandu akan layu, ingatannya melemah dan nafsu makannya menurun. Kedua matanya mengalami sianosis dan berat badannya terus menyusut.</p>
<p><strong>2. Morphine<br />
</strong>Orang yang mengonsumsi morphine akan merasakan keringanan (kegesitan) dan kebugaran yang berkembang menjadi hasrat kuat untuk terus mengonsumsinya. Dari sini, dosis pemakaian pun terus ditambah untuk memperoleh ekstase (kenikmatan) yang sama.</p>
<p>Kecanduan bahan narkotika ini akan menyebabkan pendarahan hidung (mimisan) dan muntah berulang-ulang. Pecandu juga akan mengalami kelemahan seluruh tubuh, gangguan memahami sesuatu dan kekeringan mulut. Penambahan dosis akan menimbulkan frustasi pada pusat pernafasan dan penurunan tekanan darah. Kondisi ini bisa menyebabkan koma yang berujung pada kematian.</p>
<p><strong>3. Heroin<br />
</strong>Bahan narkotika ini berbentuk bubuk kristal berwarna putih yang dihasilkan dari penyulingan morphine. Menjadi bahan narkotika yang paling mahal harganya, paling kuat dalam menciptakan ketagihan (ketergantungan) dan paling berbahaya bagi kesehatan secara umum.</p>
<p>Penikmatnya mula-mula akan merasa segar, ringan dan ceria. Dia akan mengalami ketagihan seiring dengan konsumsi secara berulang-ulang. Jika demikian, maka dia akan selalu membutuhkan dosis yang lebih besar untuk menciptakan ekstase yang sama. Karena itu, dia pun harus megap-megap untuk mendapatkannya, hingga tidak ada lagi keriangan maupun keceriaan. Keinginannya hanya satu, memperoleh dosis yang lebih banyak untuk melepaskan diri dari rasa sakit yang tak tertahankan dan pengerasan otot akibat penghentian pemakaian.</p>
<p>Pecandu heroin lambat laun akan mengalami kelemahan fisik yang cukup parah, kehilangan nafsu makan, insomnia (tidak bisa tidur) dan terus dihantui mimpi buruk. Selain itu, para pecandu heroin juga menghadapi sejumlah masalah seksual, seperti impotensi dan lemah syahwat. Sebuah data statistik menyebutkan, angka penderita impotensi di kalangan pecandu heroin mencapai 40%.</p>
<p><strong>4. Codeine<br />
</strong>Codeine mengandung opium dalam kadar yang sedikit. Senyawa ini digunakan dalam pembuatan obat batuk dan pereda sakit (nyeri). Perusahaan-perusahaan farmasi telah bertekad mengurangi penggunaan codeine pada obat batuk dan obat-obat pereda nyeri. Karena dalam beberapa kasus, meski jarang, codeine bisa menimbulkan kecanduan.</p>
<p><strong>5. Kokain<br />
</strong>Kokain disuling dari tumbuhan koka yang tumbuh dan berkembang di pegunungan Indis di Amerika Selatan (Latin) sejak 100 tahun silam. Kokain dikonsumsi dengan cara dihirup, sehingga terserap ke dalam selaput-selaput lendir hidung kemudian langsung menuju darah. Karena itu, penciuman kokain berkali-kali bisa menyebabkan pemborokan pada selaput lendir hidung, bahkan terkadang bisa menyebabkan tembusnya dinding antara kedua cuping hidung.</p>
<p>Problem kecanduan kokain terjadi di Amerika Serikat, karena faktor kedekatan geografis dengan sumber produksinya. Dengan proses sederhana, yakni menambahkan alkaline pada krak, maka pengaruh kokain bisa berubah menjadi sangat aktif. Jika heroin merupakan zat adiktif yang paling banyak menyebabkan ketagihan fisik, maka kokain merupakan zat adiktif yang paling bayak menyebabkan ketagihan psikis.</p>
<p>Setiap tahun, Amerika Serikat membelanjakan anggaran 30 miliar dollar untuk kokain dan krak. Tak kurang dari 10 juta warga Amerika mengonsumsi kokain secara semi-rutin. Pemakaian kokain dalam jangka pendek mendatangkan perasaan riang-gembira dan segar-bugar. Namun beberapa waktu kemudian muncul perasaan gelisah dan takut, hingga halusinasi.</p>
<p>Penggunaan kokain dalam dosis tinggi menyebabkan insomnia (sulit tidur), gemetar dan kejang-kejang (kram). Di sini, pecandu merasa ada serangga yang merayap di bawah kulitnya. Pencernaannya pun terganggu, biji matanya melebar, dan tekanan darahnya naik. Bahkan terkadang bisa menyebabkan kematian mendadak.</p>
<p><strong>6. Amfitamine<br />
</strong>Obat ini ditemukan pada tahun 1880. Namun, fakta medis membuktikan bahwa penggunaannya dalam jangka waktu lama bisa mengakibatkan risiko ketagihan. Pengguna obat adiktif ini merasakan suatu ekstase dan kegairahan, tidak mengantuk, dan memperoleh energi besar selama beberapa jam. Namun setelah itu, ia tampak lesu disertai stres dan ketidakmampuan berkonsentrasi, atau perasaan kecewa sehingga mendorongnya untuk melakukan tindak kekerasan dan kebrutalan.</p>
<p>Kecanduan obat adiktif ini juga menyebabkan degup jantung mengencang dan ketidakmampuan berelaksasi, ditambah lemah seksual. Bahkan dalam beberapa kasus menimbulkan perilaku seks menyimpang. Termasuk derivasi (turunan) obat ini adalah obat yang disebut “captagon”. Obat ini banyak dikonsumsi oleh para siswa selama musim ujian, padahal prosedur penggunaannya sebenarnya sangat ketat dan hati-hati.</p>
<p><strong>7. Ganja<br />
</strong>Ganja memiliki sebutan yang jumlahnya mencapai lebih dari 350 nama, sesuai dengan kawasan penanaman dan konsumsinya, antara lain; mariyuana, hashish, dan hemp. Adapun zat terpenting yang terkandung dalam ganja adalah zat trihidrocaniponal (THC).</p>
<p>Pemakai ganja merasakan suatu kondisi ekstase yang disertai dengan tawa cekikikan dan terkekeh-kekeh tanpa justifikasi yang jelas. Dia mengalami halusinasi pendengaran dan penglihatan. Berbeda dengan peminum alkohol yang terkesan brutal dan berperilaku agresif, maka pemakai ganja seringkali malah menjadi penakut.</p>
<p>Dia mengalami kesulitan mengenali bentuk dan ukuran benda-benda yang terlihat. Pecandunya juga merasakan waktu berjalan begitu lambat. Ingatannya akan kejadian beberapa waktu yang lalu pun kacau-balau. Matanya memerah dan degup jantungnya kencang. Jika berhenti mengonsumsi ganja, dia akan merasa depresi, gelisah, menggigil dan susah tidur. Namun kecanduan ganja biasanya mudah dilepaskan. Dalam jangka panjang, pecandu ganja akan kehilangan gairah hidup. Menjadi malas, lemah ingatan, bodoh, tidak bisa berkonsentrasi dan terdorong untuk melakukan kejahatan.</p>
<p>Satu hal yang menarik, ternyata ulama-ulama Islam telah mengenal karakteristik hashish (ganja) dan mendeskripsikannya secara detail. Ibnu Hajar al-Haitsami misalnya menjelaskan, memakan daun ganja mengandung 120 macam bahaya yang bersifat agama dan dunia. Di antaranya, menyebabkan pikun (lupa), kematian mendadak, gangguan fungsi akal dan selalu gemetaran. Ganja juga menghilangkan rasa malu, muru’ah, kecerdasan, memutus keturunan, mengeringkan sperma dan menyebabkan impotensi.</p>
<p><strong>Pengaruh Narkoba<br />
</strong>Tidak diragukan lagi, kata Dr Pasya, bahwa pecandu narkoba pada dasarnya adalah orang mati di tengah orang-orang hidup. “Hanya saja, rohnya masih tetap menempel pada jasadnya dan dia terus bertarung sengit dengannya untuk tetap bertahan hidup,” ujar konsultan penyakit jantung di Rumah Sakit Angkatan Bersenjata King Fahd Saudi Arabia ini.</p>
<p>Narkoba benar-benar menyia-nyiakan waktu, menghilangkan akal sehat dan memasukkan pelakunya dalam kondisi ketidaksadaran yang menghalanginya untuk melaksanakan shalat dan ibadah lainnya. Bahkan terkadang menyeretnya untuk melakukan berbagai tindak kejahatan dan hal-hal yang diharamkan. Masih mau dibudak narkoba?</p>
<p><strong>Penyalahgunaan Narkoba</strong></p>
<p>Kebanyakan zat dalam narkoba sebenarnya digunakan untuk pengobatan dan penefitian. Tetapi karena berbagai alasan &#8211; mulai dari keinginan untuk coba-coba, ikut trend/gaya, lambang status sosial, ingin melupakan persoalan, dll. &#8211; maka narkoba kemudian disalahgunakan. Penggunaan terus menerus dan berianjut akan menyebabkan ketergantungan atau dependensi, disebut juga kecanduan.</p>
<p>Tingkatan penyalahgunaan biasanya sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>coba-coba</li>
<li>senang-senang</li>
<li>menggunakan pada saat atau keadaan tertentu</li>
<li>penyalahgunaan</li>
<li>ketergantungan</li>
</ol>
<p><strong>Dampak penyalahgunaan Narkoba</strong></p>
<p>Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal.</p>
<p>Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang.</p>
<p><strong><em>Dampak Fisik:</em></strong></p>
<p>1. Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi</p>
<p>2. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah</p>
<p>3. Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim</p>
<p>4. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru</p>
<p>5. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur</p>
<p>6. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual</p>
<p>7. Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)</p>
<p>8. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya</p>
<p>9. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian</p>
<p><strong><em>Dampak Psikis:</em></strong></p>
<p>1. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah</p>
<p>2. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga</p>
<p>3. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal</p>
<p>4. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan</p>
<p>5. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri</p>
<p><strong><em>Dampak Sosial:</em></strong></p>
<p>1. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan</p>
<p>2. Merepotkan dan menjadi beban keluarga</p>
<p>3. Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram</p>
<p>Dampak fisik, psikis dan sosial berhubungan erat. Ketergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada waktunya) dan dorongan psikologis berupa keinginan sangat kuat untuk mengkonsumsi (bahasa gaulnya sugest). Gejata fisik dan psikologis ini juga berkaitan dengan gejala sosial seperti dorongan untuk membohongi orang tua, mencuri, pemarah, manipulatif, dll.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ephie2.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ephie2.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ephie2.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ephie2.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ephie2.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ephie2.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ephie2.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ephie2.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ephie2.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ephie2.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ephie2.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ephie2.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ephie2.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ephie2.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ephie2.wordpress.com&amp;blog=10022008&amp;post=108&amp;subd=ephie2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ephie2.wordpress.com/2009/12/16/narkoba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9f2e1f3735834da9ff53e5b6fb902b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ephie2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ephie2.files.wordpress.com/2009/12/narkoba.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">narkoba</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tes dan Pengukuran</title>
		<link>http://ephie2.wordpress.com/2009/12/16/tes-dan-pengukuran/</link>
		<comments>http://ephie2.wordpress.com/2009/12/16/tes-dan-pengukuran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 10:59:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ephie2</dc:creator>
				<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[pengukuran]]></category>
		<category><![CDATA[petunjuk tes]]></category>
		<category><![CDATA[tes]]></category>
		<category><![CDATA[validitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ephie2.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Validitas berasal dari bahasa asing validity yang berasal dari kata valid, yang artinya shahih/tepat. Suatu tes dikatakan “valid” apabila tes itu dengan tepat mengukur apa yang seharusnya diukur sesuai dengan tujuan pengukuran. Validitas atau kesahihan menunjukkan pada kemampuan suatu instrument (alat pengukur) mengukur apa yang harus diukur (…. A valid measure if it successfully, measure [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ephie2.wordpress.com&amp;blog=10022008&amp;post=106&amp;subd=ephie2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li><strong> </strong>Validitas berasal dari bahasa asing <em> validity</em> yang berasal dari kata <em>valid</em>, yang artinya <em>shahih/tepat.</em> Suatu tes dikatakan “valid” apabila tes itu dengan tepat mengukur apa yang seharusnya diukur sesuai dengan tujuan pengukuran.<span id="more-106"></span></li>
</ol>
<ol>
<li>Validitas atau kesahihan menunjukkan pada kemampuan suatu instrument (alat pengukur) mengukur apa yang harus diukur (…. <em>A valid measure if it successfully, measure the phenomenon</em>), seseorang yang ingin mengukur tinggi harus memakai meteran, mengukur berat dengan timbangan, meteran, timbangan merupakan alat ukur yang valid dalam kasus tersebut.</li>
</ol>
<p><strong>Petunjuk Pelaksanaan Tes dan Pengukuran</strong></p>
<p>Jenis Tes                        : Antropometri (Lingkar kepala, pergelangan tanagn, pergelangan kaki, lebar telapak kaki)</p>
<p>Tujuan                         : Mengetahui pertumbuhan dan perkembanagan individu</p>
<p>Alat dan peralatan       : -     Kaliper Geser</p>
<p>-          Blangko dan alat tulis</p>
<p>Pengetes                      : -     1 orang pencatat hasil</p>
<p>-          1 orang pengukur</p>
<p>Pelaksanaan Tes          :</p>
<ol>
<li>Sebelum memulai tes dipastikan semua alat lengkap.</li>
<li>Seorang pengukur mengukur lingkar kepala, pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan lebar telapak kaki.</li>
<li>Pastikan alat kaliper geser menempel pada kulit.</li>
<li>Pastikan tidak ada benda atau materi lain yang menambah atau mengurangi lingar kepala, pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan lebar telapak kaki.</li>
<li>tes dilakukan 1x dan pada hari yang sama.</li>
</ol>
<p>Pencatatan hasil          : Setelah melakukan pengukuran pada testee segera dicatat pada blangko yang telah disediakan.</p>
<p>Jenis Tes                      : Push-Up semampu mungkin</p>
<p>Tujuan                         : Mengukur kekuatan otot lengan dan tangan</p>
<p>Alat dan peralatan       :           &#8211; Tally counter</p>
<p>- Lantai yang datar atau matras</p>
<p>- Blangko dan alat tulis.</p>
<p>Pengetes                      : 1 orang pencatat hasil</p>
<p>1 orang pengawas merangkap penghitug</p>
<p>Pelaksanaan Tes          :</p>
<ol>
<li>Sebelum memulai tes dipastikan semua alat      lengkap.</li>
<li>Testee tengkurap dilantai , kedua tangan      diletakkan didada, kedua kaki lurus, rapat dan tubuh simetris.</li>
<li>Dengan aba-aba “Ya” testee berusaha      mengangkat tubuh dengan kedua tangannya lurus.</li>
<li>Seorang pengawas merangkap menghitung      testee yang melakukan tes push-up.</li>
<li>Tes dilakukan 2x</li>
</ol>
<p>Pencatatan hasil          : &#8211; Hasil yang dicatat adalah berapa kali testee dapat melakukan tes tersebut dngan benar dan semampu mungkin.</p>
<p><em>Catatan :</em> Dipastikan selama tes berlangsung seluruh tubuh terangkat keatas.</p>
<p>Jenis tes                                   : Chenning 30’</p>
<p>Tujuan                                     : Mengukur daya tahan otot perut.</p>
<p>Alat dan perlengkapan            : Tally counter.</p>
<p>Lantai yang datar (matras).</p>
<p>Stopwatch.</p>
<p>Blangko dan alt tulis.</p>
<p>Pengetes                                  : 1 0rang pengawas merangkap menghitung.</p>
<p>1 orang pencatat hasil.</p>
<p>1 orang yang berdiri diatas testee.</p>
<p>1 orang pengambil waktu.</p>
<p>Pelaksanaan tes                       :</p>
<ol>
<li>Seorang testee berbaring telentang dilantai, jari-jari kedua tangan diluruskan (berpegangan denganorang yang berdiri diatasnya) dan kedua kaki lurus.</li>
<li>Seorang berdiri diatas testee membantu memegang tangan.</li>
<li>Dengan aba-aba “Ya” testee berusaha duduk dan stopwatch dijalankan dan tepat pada detik ke 30’ stopwatch dihentikan.</li>
<li> Gerakan tersebut dilakukan selama 30’.</li>
<li>Setiap testee diberi kesempatan 2x.</li>
</ol>
<p>Pencatatan hasil                      : &#8211; Hasil yang dicatat adalah berapa kali testee dapat melakukan tes tersebut dengan benar selama 30’</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Catatan : </em>Kedua tangan tetap berpegangan dengan orang yang berdiri diatasnya selamates berlangsung.</p>
<p>Selama tes berlangsung lutut tetap lurus seperti semula.</p>
<p>Seorang yang berdiri diatas testee tidak boleh membantu/ menarik tangan testee</p>
<p>Gerakan yang sah adalah apabila kedua siku pada saat duduk ditekuk.</p>
<p>Jenis tes                                   : Undering Shoot 30’</p>
<p>Tujuan                                     : Mengukur ketrampilan shooting dibawah ring basket selama 30’</p>
<p>Alat dan perlengkapan            : Ring basket.</p>
<p>Bola basket.</p>
<p>Stopwatch.</p>
<p>Tally counter.</p>
<p>Blangko dan alat tulis.</p>
<p>Pengetes                                  : 1 orang pencatat hasil.</p>
<p>1 orang penghitung waktu dan hasil tes.</p>
<p>Pelaksanaan tes                       :</p>
<ol>
<li>Sebelum dimulai tes dipastikan semua alat      dan perlengkapan tes lengkap.</li>
<li>Lemparan shoot kedalam ring dimulai dengan      waktu 0’ dan ditandai dengan aba-aba dari penghitung waktu.</li>
<li>Pada saat aba-aba “Ya” seorang testee      melakukan shooting ke ring selama 30’ dan bersamaan dengan itu stopwatch      dijalankan.</li>
<li>Seorang penghitung menghitung jumlah bola      yang masuk kedalam ring.</li>
<li>Setiap testee diberi kesempatan 2x.</li>
</ol>
<p>Pencatatan hasil                      : hasil yang dicatat adalah jumlah bola yang masuk ke dalam ring selama 30’</p>
<p>Jenis tes                                   : Tolak peluru tanpa awalan.</p>
<p>Alat dan perlengkapan            : Peluru.</p>
<p>Midline.</p>
<p>Kapur.</p>
<p>Bangku.</p>
<p>Blangko dan alat tulis.</p>
<p>Pengetes                                  : 1 orang pencatat hasil.</p>
<p>1 orang pemberi aba-aba dan merangkap sebagai pengawas.</p>
<p>1 orang pemberi tanda hasil tolakan dan merangkap sebagai pengukur.</p>
<p>Pelaksanaan tes                       :</p>
<ol>
<li>Sebelum tes dimulai dipastikan semua alat      lengkap dan dilakukan pada hari yang sama.</li>
<li>Sebelum dipakai tolakan peluru diberi      kapur yang bertujuan sebagai tanda hasil tolakan yang sah.</li>
<li>Dipastikan area tolakan dalam keadaaan      kosong.</li>
<li>Pada saat aba-aba “Ya” testee melakukan      tolakan dengan benar tanpa da bantuan mengangkat lengan.</li>
<li>Setelah penolak melakukan tolakan dengan      segera pemberi tanda memberi tanda hasil tolakan dan setelah tolakan      dilakukan 3x maka seorang pemberi tanda harus segera mengukur hasil      tolakan tersebut dan melaporkan ke pencatat hasil.</li>
<li>Setiap testee diberi kesempatan sebanyak      3x.</li>
</ol>
<p>Pencatatan hasil                      : hasil yang dicatat adalah hasil tolakan peluru yang benar.</p>
<p>Hasil tersebut dicatat oleh testor  yang bertugas mencatat hasil.</p>
<p>Jenis tes                                   : Lempar bola basket tanpa awalan.</p>
<p>Alat dan perlengkapan            : Bola basket.</p>
<p>Midline.</p>
<p>Kapur.</p>
<p>Bangku.</p>
<p>Blangko dan alat tulis.</p>
<p>Pengetes                                  : 1 orang pencatat hasil.</p>
<p>1 orang pemberi aba-aba dan merangkap sebagai pengawas.</p>
<p>1 orang pemberi tanda hasil tolakan dan merangkap sebagai pengukur.</p>
<p>Pelaksanaan tes                       :</p>
<ol>
<li>Sebelum tes dimulai dipastikan semua alat      lengkap dan dilakukan pada hari yang sama.</li>
<li>Sebelum dipakai tolakan bola diberi kapur      yang bertujuan sebagai tanda hasil tolakan yang sah.</li>
<li>Dipastikan area lemparan dalam keadaaan      kosong.</li>
<li>Pada saat aba-aba “Ya” testee melakukan      lemparan dengan benar tanpa ada bantuan mengangkat lengan.</li>
<li>Setelah pelempar melakukan lemparan dengan      segera pemberi tanda memberi tanda hasil lemparan dan setelah lemparan      dilakukan 3x maka seorang pemberi tanda harus segera mengukur hasil      lemparan tersebut dan melaporkan ke pencatat hasil.</li>
<li>Setiap testee diberi kesempatan sebanyak      3x.</li>
</ol>
<p>Pencatatan hasil                      : hasil yang dicatat adalah hasil lemparan bola yang benar.</p>
<p>Hasil tersebut dicatat oleh testor  yang bertugas mencatat hasil.</p>
<p>Jenis tes                                   : Chest Pass Gerak.</p>
<p>Tujuan                                     : Melatih kecepatan dan ketepatan cash pass serta kekuatan otot lengan.</p>
<p>Alat dan perlengkapan            : Tembok.                    Penggaris.</p>
<p>Kapur tulis.               Bola basket.</p>
<p>Stopwatch.                Blangko dan alat tulis.</p>
<p>Pengetes                                  : 1 orang pencatat hasil.</p>
<p>1 orang penghitung hasil cash pass.</p>
<p>1 orang penghitung waktu.</p>
<p>Pelaksanaan tes                       :</p>
<ol>
<li>Sebelum tes dimulai dipastikan semua alat      lengkap dan tes dilakukan dihari yang sama.</li>
<li>Cash Pass ke tembok dimulai dengan aba-aba      “Ya” kemudian seorang testee harus segera melakukan cash pash ketembok      dengan benar.</li>
<li>Bersamaan dengan aba-aba “Ya” stopwatch      dijalankan dan dihentikan pada saat stopwatch menunjukkkan angka 30’.</li>
<li>Setiap testee diberi kesempatan 3x.</li>
</ol>
<p>Pencatatan hasil                      : Hasil yang dicatat adalah cash pass yang benar ketembok.</p>
<p><em>Catatan :</em></p>
<p>-          Jarak lemparan ketembok untuk laki-laki 1,50 sedangkan perempuan 1,25.</p>
<p>-          Cash pass dilakukan dengan cara bergerak kesamping mengikuti jumlah kotak yang ada pada tembok kemudian dilakukan selama 30’.</p>
<p>-          Untuk bola yang masuk dalam kotak kecil pas ditengah-tengah dihitung 3, untuk garis dan diluar kotak kecil dihitung 2 dan untuk  diluar kotak dihitung.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ephie2.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ephie2.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ephie2.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ephie2.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ephie2.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ephie2.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ephie2.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ephie2.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ephie2.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ephie2.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ephie2.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ephie2.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ephie2.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ephie2.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ephie2.wordpress.com&amp;blog=10022008&amp;post=106&amp;subd=ephie2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ephie2.wordpress.com/2009/12/16/tes-dan-pengukuran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9f2e1f3735834da9ff53e5b6fb902b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ephie2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teknologi</title>
		<link>http://ephie2.wordpress.com/2009/12/16/teknologi/</link>
		<comments>http://ephie2.wordpress.com/2009/12/16/teknologi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 10:53:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ephie2</dc:creator>
				<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[cetak]]></category>
		<category><![CDATA[karateristik]]></category>
		<category><![CDATA[keunggulan]]></category>
		<category><![CDATA[pemanfaatan]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ephie2.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian Teknologi  Cetak Teknologi cetak adalah cara –cara untuk memproduksi atau menyabarkan materi, seperti buku dan materi visual statis, yang pada umumnya dilakukan melalui proses cetak mekanis atau fotografis. Subkategori ini mencakup teks, grafis dan sajian atau reproduksi foto. Meteri cetak dan visual melibatkan teknologi yang paling dasar. Materi ini memberikan dasar baik untuk perkembangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ephie2.wordpress.com&amp;blog=10022008&amp;post=102&amp;subd=ephie2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pengertian Teknologi  Cetak</strong></p>
<p><a href="http://ephie2.files.wordpress.com/2009/12/multimedia.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-175" title="multimedia" src="http://ephie2.files.wordpress.com/2009/12/multimedia.gif?w=142&#038;h=106" alt="" width="142" height="106" /></a>Teknologi cetak adalah cara –cara untuk memproduksi atau menyabarkan materi, seperti buku dan materi visual statis, yang pada umumnya dilakukan melalui proses cetak mekanis atau fotografis. Subkategori ini mencakup teks, grafis dan sajian atau reproduksi foto. Meteri cetak dan visual melibatkan teknologi yang paling dasar. <span id="more-102"></span>Materi ini memberikan dasar baik untuk perkembangan maupun pemanfaatan kebanyakan materi dalam bentuk <em>hardcopy</em>. Teks yang ditampilkan oleh computer merupakan contoh pemanfaatan teknologi barbasis computer untuk produksi. Apabila teks itu dicetak dalam <em>hardcopy </em>dan digunakan untuk pembelajaran, hal itu merupakan contoh penyebaran dalam teknologi cetak.</p>
<p>Dua komponen utama teknologi ini adalah materi teks verbal dan materi visual. Pengembangan kedua tipe materi pembelajaran itu banyak bergantung pada teori yang berhubungan dengan persepsi visual, membaca, teori pemrosesan informasi, dan teori belajar. Materi tertua dan masih belum umum digunakan ada dalam bentuk buku  teks yang mengandung data rangsang sensori yang ditampilkan melalui media bahasa dan materi visual, cetak, dan menumjukkan realitas efektifitas relative berbagai realisme sudah disinggung oleh sejumlah teori ( Dwyer, 1972;1978 ). Dalam bentuk murninya, media visual dapat membawakan pesan lengkap, tetapi hal ini tidak terjadi dalam interaksi pembelajaran. Kebanyakan yang ada ialah paduan informasi tekstual dan visual.</p>
<p><strong>2.2 Karakteristik Teknologi Cetak</strong></p>
<ol>
<li>Teks dibaca secara linear<strong>, </strong>sedangkan visual disajikan secara parsial.<strong></strong></li>
<li>Menampilkan komonikasi secara satu arah dan reseptif<strong></strong></li>
<li>Ditampilkan secara statis atau diam<strong></strong></li>
<li>Pengembangannya sangat tergantung kepada prinsip-prinsip pembahasan dan persepsi visual<strong>.</strong></li>
<li>Berorientasi atau berpusat pada siswa.<strong></strong></li>
</ol>
<p>Pendekatan yang berorientasi pada siswa adalah pendekatan dalam belajar yang ditekankan pada ciri-ciri dan kebutuhan siswa secara individual. Sedang lembaga pendidikan dan para pengajar berfungsi dan berperan sebagai penunjang saja. Sistem pendekatan yang berorientasi pada siswa ini didesainsedemikian rupa. Sehingga siswa dapat belajardengan sistem yang luwes yang diarahkan agar siswa dapat membenntuk gaya belajarnya masingmasing. Dalam hal ini guru dan lembaga berperan sebagai penunjang, fasilitator dan semangat pada siswa yang sedang belajar. <strong></strong></p>
<ol>
<li>Informasi dapat diorganisasi dan ditata lagi oleh pemakai.<strong></strong></li>
</ol>
<p><strong>2.3 Keunggulan Media Cetak Untuk Pendidikan Adalah Sebagai           Berikut:</strong></p>
<ul>
<li>Mampu menyampaikan berbagai informasi yang berkaitan dengan fakta maupun konsep abstrak yang bersifat pengetahuan, keterampilan ataupun  sikap.</li>
<li>Dapat digunakan kapan saja ( pagi hari, siang hari, malam hari ) dan dimana saja ( seperti dirumah, dikendaaraan umum, terminal atau tempat lain yang memungkinkan ).</li>
<li>Penggunaannya mudah, tidak bergantung kepada peralatan lain. Kemasan media cetak umumnya ringan dan kecil memungkinkan peserta didik yang mudah membawanya kemana saja mereka pergi.</li>
<li>Selain bentuk fisiknya mudah dibawa, penataan atau teknik penyajian materinya pun mudah dipelajari. Misalnya, teknik penyajian seperti penulis indek, daftar isi, penggunaan halaman, bab – bab, judul maupun sub judul.</li>
</ul>
<p><strong>2.4 Pemanfaatan Media Cetak Dalam Pendidikan.</strong></p>
<p>Media cetak khususnya modul merupakan media utama yang digunakan dalam pendidikan. Beberapa hal yang perlu diperatikan dalam pemanfaatan media cetak dalam pendidikan antara lain :</p>
<ul>
<li>Pastikan bahwa semua modul dan media cetak lain seperti foster, lembar kerja dll yang dibutuhkan untuk semua mata pelajaran telah dirancang dan diproduksi sesuai dengan prinsip pengembangan bahan belajar mandiri.</li>
<li>Pastikan bahwa modul – modul yang dibutuhkan tersebut didistribusikan dengan baik keseluruh tutor dan peserta didik sesuai dengan mata pelajaran yang diambilnya.</li>
<li>Pastikan para tutor  telah memahami semua modul sesuai dengan mata pelajaran yang dibinanya untuk memudahkan memberikan bantuan konsultasi kepada peserta didiknya.</li>
<li>Beri kesimpulan kepada peserta didik untuk mengukur keberhasilan belajarnya ( ujian ) secara fleksibel sesuai dengan kepastian belajarnya masing – masing. Pastikan peserta didik memperoleh umpan balik sesegera mungkin.</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ephie2.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ephie2.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ephie2.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ephie2.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ephie2.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ephie2.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ephie2.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ephie2.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ephie2.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ephie2.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ephie2.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ephie2.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ephie2.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ephie2.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ephie2.wordpress.com&amp;blog=10022008&amp;post=102&amp;subd=ephie2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ephie2.wordpress.com/2009/12/16/teknologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9f2e1f3735834da9ff53e5b6fb902b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ephie2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ephie2.files.wordpress.com/2009/12/multimedia.gif" medium="image">
			<media:title type="html">multimedia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cacat</title>
		<link>http://ephie2.wordpress.com/2009/12/16/cacat/</link>
		<comments>http://ephie2.wordpress.com/2009/12/16/cacat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 10:49:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ephie2</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[cacat fisik]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[tuna daksa]]></category>
		<category><![CDATA[tuna netra]]></category>
		<category><![CDATA[tuna rungu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ephie2.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian cacat fisik Orang-orang yang cacat tubuhnya atau cacat fisik adalah mereka yang tubuhnya tidak normal sehingga sebagian besar kemampuannya untuk berfungsi di masyarakat terhambat. Anak Yang Memiliki Gangguan Cacat Fisik Dilihat dari aspek fisik anak kelompok ini dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu: Tuna Netra Tuna Rungu Tuna daksa Tuna Netra Anak dikatakan tuna netra [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ephie2.wordpress.com&amp;blog=10022008&amp;post=99&amp;subd=ephie2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pengertian cacat fisik</strong></p>
<p>Orang-orang yang cacat tubuhnya atau cacat fisik adalah mereka yang tubuhnya tidak normal sehingga sebagian besar kemampuannya untuk berfungsi di masyarakat terhambat.<span id="more-99"></span></p>
<p>Anak Yang Memiliki Gangguan Cacat Fisik</p>
<p>Dilihat dari aspek fisik anak kelompok ini dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu:</p>
<ol>
<li>Tuna Netra</li>
<li>Tuna Rungu</li>
<li>Tuna daksa</li>
</ol>
<ul>
<li><strong>Tuna Netra</strong></li>
</ul>
<p>Anak dikatakan tuna netra apabila mereka kehilangan daya lihatnya sedemikian rupa sehingga tidak dapat menggunakan fasilitas pendidikan anak awas/normal pada umumnya sehingga untuk mengembangkan potensinya diperlukan layanan pendidikan khusus. Tuna netra dibagi menjadi dua , yaitu:</p>
<ol>
<li>Kurang awas (<em>low vision</em>), yaitu seseorang dikatakan kurang awas bila ia masih memiliki sisa penglihatan sedemikian rupa sehingga masih dapat sedikit melihat atau masih bisa membedakan gelap dan terang.</li>
<li>Buta (<em>blind</em>), yaitu seseorangdikatakan buta apabila ia sudah tidak memiliki sisa penglihatan sehingga tidak dapat membedakan gelap dan terang.</li>
</ol>
<p><strong>Ciri-ciri fisik:</strong></p>
<p>1. Memiliki daya dengar yang sangat kuat sehingga dengan cepat pesan-pesan melalui pendengaran dapat dikirim ke pusat pengertian di otak.</p>
<p>2. Memiliki daya perabaan langsung dapat dikirim kepusat pengertian di otak.</p>
<p>3.  Kadang-kadang mereka suka mengusap-usap mata dan berusaha membelalakkannya.</p>
<p>4. Kadang-kadang mereka memiliki prilaku yang kurang sedap bila dilihat oleh orang normal pada umumnya atau dengan sebutan <strong><em>blindism </em></strong>(misalnya: mengkerut-kerutkan kening, menggeleng-gelengkan kepada secara berulang-ulang dengan tanpa disadarinya).</p>
<ul>
<li><strong>Tuna Rungu</strong></li>
</ul>
<p>Seseorang dikatakan tuna rungu apabila mereka kehilangan daya dengarnya sedemikian rupa sehingga untuk pengembangan potensinya diperlukan pendidikan khusus. Tuna rungu dibagi dua, yaitu:</p>
<ol>
<li>Tuli (deaf)</li>
</ol>
<p>Jika mereka kehilangan kemampuan mendengar 70 dB atau lebih sehingga akan mengalami kesulitan untuk dapat mengerti atau memahami pembicaraan orang lain melalui pendengarannya, walaupun dengan menggunakan atau tidak menggunakan alat Bantu dengar.</p>
<ol>
<li>Lemah Pendengaran (a hard of hearing)</li>
</ol>
<p>Jika mereka kehilangan kemampuan mendengar berkisar antara 35-69 dB, sehingga mereka mengalami kesulitan untuk mendengar tetepi tidak terhalang baginya untuk mengerti pembicaraan orang lain walaupun dengan menggunakan atau tidak menggunakan alat Bantu dengar (Moores, 1987:5).</p>
<p><strong>Ciri-ciri Fisik:</strong></p>
<ul>
<li>Anak-anak pada umumnya berjalan agak membungkuk dan seperti sempoyongan akibat dari kerusakan alat keseimbangan di telinga bagian tengah.</li>
</ul>
<p><strong>Ciri-ciri Mental</strong>:</p>
<ul>
<li>Anak-anak pada umumnya seperti tetapi  sebenarnya dia normal (bodoh semu) akibat dari ketidakmendengarannya sehingga kurangnya informasi yang diterima di pikiran/otak.</li>
</ul>
<p><strong>Ciri-ciri social:</strong></p>
<ul>
<li>Anak-anak pada umumnya sering menaruh curiga terhadap orang-orang yang ada disekitarnya.</li>
<li><strong>Tuna Daksa</strong></li>
</ul>
<p>Seseorang dikatakan mengalami ketunadaksaan apabila terdapat kelainan anggota tubuh sebagai akibat dari luka, penyakit, pertumbuhan yang salah bentuk sehingga mengakibatkan turunnya kemampuan normal untuk melakukan gerakan-gerakan tubuh tertentu dan untuk mengotimalkan potensi kemampuannya diperlukan layanan khusus . Tuna daksa ada dua kategori, yaitu:</p>
<ol>
<li>Tuna daksa orthopedic (<em>Orthopedically handicapped</em>), yaitu mereka yang mengalami kelainan, kecacatan tertentu sehingga menyebabkan terganggunya  fungsi tubuh. Kelainan tersebut dapat terjadi pada bagian tulang-tulang, otot-otot tubuh maupun pada daerah persendian, baik yang dibawa sejak lahir maupun yang diperoleh kemudian. Contoh: anak polio.</li>
<li><em>2. </em>Tuna daksa syaraf (<em>Neurologically handicapped)</em>, yaitu kelainan yang terjadi pada anggota tubuh yang disebabkan gangguan pada urat syaraf. Salah satu kategori penderita tunadaksa syaraf dapat dilihat pada anak cerebral pasly.<em></em></li>
</ol>
<p><strong>Ciri-ciri fisik:</strong></p>
<ul>
<li>Anak memiliki keterbatasan atau kekurangan dalam kesempurnaan tubuh. Misalnya tangannya putus, kakinya lumpuh atau layu, otot atau motoriknya kurang terkoordinasi dengan baik.<em></em></li>
</ul>
<p><strong>Ciri-ciri mental:</strong></p>
<ul>
<li>Anak memiliki kecerdasan normal bahkan ada yang sangat cerdas.</li>
<li>Depresi, kemarahan dan rasa kecewa yang mendalam disertai dengan kedengkian dan permusuhan. Orang tersebut begitu susah dan frustasi atas cacat yang dialami</li>
<li>Penyangkalan dan penerimaan, atau suatu keadaan emosi yang mencerminkan suatu pergumulan yang diakhiri dengan penyerahan. Ada saat-saat di mana individu tersebut menolak untuk mengakui realita cacat yang telah terjadi meskipun lambat laun ia akan menerimanya.</li>
<li>Meminta dan menolak belas kasihan dari sesama. Ini adalah fase di mana individu tersebut mencoba menyesuaikan diri untuk dapat hidup dengan kondisinya yang sekarang. Ada saat-saat ia ingin tidak bergantung, ada saat-saat ia betul-betul membutuhkan bantuan sesamanya. Keseimbangan ini kadang-kadang sulit dicapai.</li>
</ul>
<p><strong>Ciri-ciri social:</strong></p>
<ul>
<li>Anak kelompok ini kurang memiliki akses pergaulan yang luas karena keterbatasan aktivitas geraknya. Dan kadang-kadang anak menampakkan sikap marah-marah (emosi) yang berlebihan tanpa sebab yang jelas. Untuk kegiatan belajar-mengajar disekolah diperlukan alat-alat khusus penopang tubuh, misalnya kursi roda, kaki dan tangan buatan.<em></em></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ephie2.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ephie2.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ephie2.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ephie2.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ephie2.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ephie2.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ephie2.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ephie2.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ephie2.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ephie2.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ephie2.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ephie2.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ephie2.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ephie2.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ephie2.wordpress.com&amp;blog=10022008&amp;post=99&amp;subd=ephie2&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ephie2.wordpress.com/2009/12/16/cacat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9f2e1f3735834da9ff53e5b6fb902b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ephie2</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
