Ephie2's Blog

Just another WordPress.com weblog

Tuna Netra November 9, 2009

Filed under: kuliah — ephie2 @ 12:43 pm
Tags: , ,

Tuna Netra

uikukuk

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Menurut UU Sistem Pendidikan Nasional (SPN) no. 20 tahun 2003 Bab IV Pasal 5 ayat 2 dinyatakan bahwa warga-warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, intelektual dan atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus. Dengan kurangnya pendidikan seseorang tersebut akan kesulitan untuk menempatkan diri dan mengekspresikan diri. Pendidikan jasmani untuk siswa sekolah luar biasa dan siswa berkelainan telah menjadi prioritas dalam program pendidikan nasional kita. Ini menunjukkan bahwa pemerintah telah menaruh perhatian yang lebih kepada para penyandang kelainan.

Pendidikan jasmani khusus adalah satu bagian khusus dalam pendidikan jasmani yang dikembangkan untuk menyediakan program bagi individu dengan kebutuhan khusus. Disinilah pentingnya pendidikan jasmani khusus bagi anak-anak yang mengalami kebutuhan khusus tersebut untuk membantu mereka mencapai pertumbuhan dan perkembangan jasmani, mental, emosional dan sosial yang sepadan dengan potensi mereka melalui program aktivitas pendidikan jasmani biasa dan khusus dirancang dengan hati-hati. Adapun program utama yang diberikan dalam pengembangan (French dan Jansma, 1982:8) yaitu pendidikan jasmani disesuaikan adalah melalui program aktivitas jasmani tradisional yang dimodifikasi untuk memungkinkan individu dengan kelainan memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi dengan aman, sukses, dan memperoleh kepuasan. Sebagai contoh individu yang penglihatannya terbatas atau yang harus berada di kursi roda untuk berpindah tempat melakukan peraturan permainan bola yang dimodifikasi atau memerlukan peralatan tambahan untuk bola menggelinding.

Anak kebutuhan khusus yang akan dibicarakan dalam laporan ini adalah anak berkebutuhan khusus dalam hal penglihatan atau yang biasa disebut tunanetra. Anak dikatakan tunanetra apabila mereka kehilangan daya lihatnya sedemikian rupa sehingga tidak dapat menggunakan fasilitas pendidikan anak awas/normal pada umumnya sehingga untuk mengembangkan potensinya diperlukan layanan pendidikan khusus. Setiap anak dengan kebutuhan khusus ini memiliki ciri-ciri (karateristik) tertentu yang berbeda antara satu dengan lainnya. Karateristik secara fisik anak tunanetra tidak berbeda jauh dengan anak sebayanya, perbedaan nyata diantara mereka hanya terdapat pada organ penglihatannya.

Dalam pengajaran anak tunanetra akibat keterbatasan dalam konsep dan pengalaman baru serta interaksi dengan lingkungan dan mobilitas maka pengajarannya pun harus mengacu pada kebutuhan akan pengalaman kongkrit, pengalaman memadukan serta kebutuhan akan berbuat dan bekerja. Bagi tunanetra media pengajaran yang digunakan dibagi menjadi tiga bagian yaitu alat pendidikan khusus, alat bantu, dan alat peraga.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN

Tunanetra (visually impaired) adalah seseorang yang memiliki hambatan dalam penglihatan/tidak berfungsinya indera penglihatan. Tunanetra ini dibagi menjadi tiga yaitu :

  1. Tunanetra ringan (law vision) adalah mereka yang memiliki hambatan penglihatan akan tetapi mereka masih dapat mengikuti program-program pendidikan dan mampu melakukan pekerjaan/kegiatan yang menggunakan fungsi penglihatan.
  2. Tunanetra setengah berat (partially sighted) adalah mereka yang kehilangan sebagaian daya penglihatan, hanya dengan menggunakan kaca pembesar mampu mengikuti pendidikan biasa atau mampu membaca tulisan yang becetak tebal.
  3. Tunanetra berat (totally blind) adalah mereka yang sama sekali tidak dapat melihat.

Faktor penyebab terjadinya ketunanetraan diantaranya :

  1. Pre-natal

Faktor penyebab ketunanetraan pada masa pre-natal sangat erat hubungannya dengan masalah keturunan dan pertumbuhan seorang anak dalam kandungan, antara lain:

  1. Keturunan

Ketunanetraan yang disebabkan oleh faktor keturunan terjadi dari hasil perkawinan bersaudara sesama tunanetra atau mempunyai orang tua tunanetra.

  1. Pertumbuhan seorang anak dalam kandungan

Ketunanetraan ini disebabkan karena proses pertumbuhan dalam kandungan akibat kurangnya asupan gizi atau penyakit.

  1. Post-natal

Penyebab ketunanetraan yang terjadi pada masa post-natal dapat terjadi sejak atau setelah bayi lahir.

Karateristik tunanetra antara lain :

  1. Fisik

Keadan fisik anak tunanetra tidak berbeda dengan anak sebaya lainnya. Perbedaan nyata diantara mereka hanya terdapat pada organ penglihatannya. Gejala tunanetra yang dapat diamati dari segi fisik : mata juling, sering berkedip, menyipitkan mata, kelopak mata merah, mata infeksi, mata selalu berair, dan pembengkakan pada kulit tempat tumbuh bulu mata.

  1. Perilaku

Ada beberapa gejala tingkah laku yang tampak sebagai petunjuk dalam mengenal anak yang mengalami gangguan penglihatan secara dini : menggosokkan mata secara berlebihan, menyipitkan mata atau mengkerutkan dahi, tidak tertarik perhatiannya pada objek penglihatan atau pada tugas-tugas yang memerlukan penglihatan seperti melihat gambar atau membaca.

  1. Psikis

Secara psikhis anak tunanetra dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Mental/intelektual

Intelektual atau kecerdasan anak tunanetra umumnya tidak berbeda jauh dengan anak normal/awas. Kecenderungan IQ anak tunanetra ada pada batas atas sampai batas bawah, jadi ada anak yang sangat pintar, cukup pintar dan ada yang kurang pintar. Intelegensi mereka lengkap yakni memiliki kemampuan dedikasi, analogi, asosiasi dan sebagainya. Mereka juga punya emosi negatif dan positif, seperti sedih, gembira, punya rasa benci, kecewa, gelisah, bahagia dan sebagainya.

  1. Sosial

Hubungan sosial yang pertama terjadi dengan anak adalah hubungan dengan ibu, ayah, dan anggota keluarga lain yang ada di lingkungan keluarga. Kadang kala ada orang tua dan anggota keluarga yang tidak siap menerima kehadiran anak tunanetra, sehingga muncul ketegangan, gelisah di antara keluarga. Akibat dari keterbatasan rangsangan visual untuk menerima perlakuan orang lain terhadap dirinya. Tunanetra mengalami hambatan dalam perkembangan kepribadian dengan timbulnya beberapa masalah antara lain:

–          Curiga terhadap orang lain.

–          Perasaan mudah tersinggung.

–          Ketergantungan yang berlebih.

2.2 HASIL OBSERVASI

Tempat                                    : SLBN Kedung Kandang-Malang

Hari/tanggal                            : Sabtu, 18 dan 25 April 2009

Pengamat                                : 6 orang

Jumlah siswa yang diamati     : 4 siswa

Berdasarkan observasi yang dilakukan di SLB Kedung Kandang diperoleh klasifikasi ciri-ciri fisik, mental, dan juga sosial untuk masing-masing siswa.

  1. Siswa A (buta total)

Siswa A mengalami buta yang dibawanya sejak lahir  dan merupakan bawaan atau keturunan dari orang tuanya yang memiliki ciri – ciri sebagai berikut :

Ciri-ciri fisik :

–          Normal seperti pada anak-anak pada umumnya hanya saja bola mata tidak terlihat.

–          memiliki daya dengar yang kuat.

–          Memiliki daya perabaan yang kuat.

–          Badannya sehat dan suka berolahraga

Ciri – ciri mental :

–          Percaya dirinya cukup kuat.

–          Kemampuan otaknya cerdas.

Ciri-ciri sosial :

–          Anaknya pendiam terlihat malu – malu.

–          Mau bersosialisasi dengan orang lain.

–          Mudah dalam berkomunikasi.

  1. Siswa B (law vision)

Siswa B mengalami buta juga dibawanya sejak lahir dan merupakan bawaan atau keturunan dari orang tuanya yang memiliki ciri – ciri sebagai berikut :

Ciri – ciri fisik :

–          Normal seperti pada anak normal pada umumnya hanya saja bola mata tidak terlihat normal.

–          Memiliki daya perabaan yang kuat

–          Badannya kurus dan lemas, sehingga kekuatan tangannya tidak kuat dalam menulis.

–          Bisa melihat tetapi tidak jelas dengan mendekatkan

Ciri – ciri mental :

–          Masih bersikap malu – malu.

–          Kemampuan otaknya cerdas dan cerdik.

–          Tidak bisa dipaksakan kehendaknya.

Ciri – ciri sosial :

–          Bisa bersosialisasi dengan orang lain, tetapi orang yang diajaknya harus sesuai dengan keinginan hatinya.

–          Tidak suka dengan karamaian.

  1. Siswa C (law vision)

Siswa C mengalami buta mulai dari sejak lahir, tetapi bukan dari bawaan yang memiliki ciri sebagai berikut :

Ciri – ciri fisik :

–          Normal seperti pada anak normal pada umumnya hanya saja bola mata tidak terlihat normal.

–          Memiliki daya perabaan yang kuat

–          Bisa melihat tetapi tidak jelas dalam artian remang – remang.

–          Badannya sehat dan suka berolaharaga.

Ciri – ciri mental :

–            Percaya dirinya cukup kuat.

–            Kamampuan otaknya cukup.

Ciri – ciri sosial :

–          Anaknya terlihat malu – malu.

–          Mau bersosialisasi dengan orang lain.

–          Mudah dalam berkomunikasi.

  1. Siswa D (law vision)

Siswa D mengalami tuna ganda, jadi selain mengalami buta law vision dia juga mengalami gangguan pada mentalnya yang memiliki ciri – ciri sebagai berikut :

Ciri – ciri fisik :

–          Normal seperti pada anak normal pada umumnya hanya saja bola mata tidak terlihat normal.

–          Gerakan badannya terutama pada tangan tidak normal seperti biasanya, dia sering mengeluh kesakitan pada tangannya.

Ciri – ciri mental :

–            Mentalnya juga mengalami gangguan.

–            Pembicaraannya tidak nyambung.

Ciri – ciri sosial :

–            Sulit dalam berkomunikasi.

–            Tidak bisa bersosalisasi dengan orang lain.

BAB III

PEMBUATAN RENCANA PEMBELAJARAN

3.1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

SD/Mi : SLB Kedung Kandang – Malang.

Mata pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan.

Kelompok : Tuna Netra.

Standar Kompetensi : Mempraktekkan gerakan menggenggam kemudian                                                   membuka telapak tangan yang bertujuan untuk                                                   menguatkan telapak tangan.

Kompetensi Dasar : Mempraktekkan cara menggenggam kemudian                                                    membuka sesuai dengan perintah atau aba-aba.

Indikator :  Menggenggam dan membuka telapak tangan.

Alokasi Waktu : 5 – 10 menit

A. Tujuan

Siswa dapat mempraktikkan bagaimana cara menggenggam dan membuka telapak tangan sesuai aba-aba agar siswa terbiasa merespon dan menguatkan telapak tangan.

B. Materi Pembelajaran

–        Menggenggam dan mebuka telapak tangan sesuai perintah atau aba-aba.

C. Metode Pembelajaran

–        Inclusive

–        Belajar tuntas

–        Reciprocal

D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

–        Berbaris dan berdoa

–        Menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan pada hari itu

–        Mempraktekkan gerakan menggenggam dan membuka telapak tangan.

–         Berdoa bubar

E. Sumber Belajar

–        Ruang kelas.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

SD/Mi : SLB Kedung Kandang – Malang.

Mata pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan.

Kelompok : Tuna Netra.

Standar Kompetensi : Mempraktekkan olahraga dengan menggunakan                bola.

Kompetensi Dasar : Mempraktekkan cara memegang dan melempar                bola.

Indikator : Memegang dan melempar bola yang telah                             dimodifikasi

Alokasi Waktu : 10-15menit

A. Tujuan

Siswa dapat mempraktikkan bagaimana cara melempar bola yang telah dimodifikasi yang mendekati benar.

B. Materi Pembelajaran

Lempar bola

–        Memegang dan melemparkan bola yang telah dimodofikasi

C. Metode Pembelajaran

–        Inclusive

–        Belajar tuntas.

–        Reciprocal

D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

–        Berbaris, berdoa, dan pemanasan

–        Menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan pada hari itu

–        Mempraktikkan lempar bola dengan menggunakan bola yang telah dimodifikasi

–        Pendinginan, berdoa bubar

E. Sumber Belajar

–        Ruang kelas.

–        Bola yang telah dimodifikasi

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

SD/Mi : SLB Kedung Kandang – Malang.

Mata pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

Kelompok : Tuna Netra.

Standar Kompetensi : Melakukan aktifitas jasmani

Kompetensi Dasar : Melakukan gerak sesuai dengan perintah yang                diberikan

Indikator :  Menangkap bola dengan duduk.

Alokasi Waktu : 10-15menit

A. Tujuan

Siswa dapat menangkap bola sesuai dengan perintah yang telah diberikan

B.Materi Pembelajaran

Berlatih untuk menangkap sesuai dengan perintah

–        Menangkap bola kemudian bergerak kearah yang telah diperintahkan

C.Metode Pembelajaran

–        Inclusive

–        Belajar tuntas

–        Reciprocal

D.Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

–        Berbaris, berdoa, dan pemanasan

–        Menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan pada hari itu

–        Menagkap bola berdasarkan perintah yang telah diberikan

–        Pendinginan, berdoa bubar

E.Sumber Belajar

–        Ruang Kelas.

–        Bola yang telah dimodifikasi.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

SD/Mi : SLB Kedung Kandang – Malang.

Mata pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

Kelompok : Tuna Netra.

Standar Kompetensi : Melakukan aktifitas jasmani.

Kompetensi Dasar : Melakukan gerak sesuai dengan perintah yang                            diberikan

Indikator :  Menendang bola.

Alokasi Waktu : 10-15menit

A. Tujuan

Siswa dapat menendang bola.

B.Materi Pembelajaran

Berlatih menendang bola sesuai dengan perintah.

–        Siswa berusaha menendang bola sesuai dengan yang telah diperintahkan.

C.Metode Pembelajaran

–        Inclusive.

–        Belajar tuntas.

–        Reciprocal

D.Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

–        Berbaris, berdoa, dan pemanasan

–        Menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan pada hari itu

–        Menendang bola sesuai dengan yang diperintahkan.

–        Pendinginan, berdoa bubar

E.Sumber Belajar

–        Ruang kelas.

–        Bola yang telah dimodifikasi.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

SD/Mi : SLB Kedung Kandang – Malang.

Mata pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

Kelompok : Tuna Netra.

Standar Kompetensi : Melakukan aktifitas jasmani.

Kompetensi Dasar : Melakukan gerak sesuai dengan perintah yang                            diberikan

Indikator :  Bermain bola (saling berebut bola)

Alokasi Waktu : 20-30menit

A. Tujuan

Siswa dapat menendang bola, berusaha mencari dimana bola berada, saling berebut bola.

B.Materi Pembelajaran

Permainan sepak bola.

Siswa berusaha mencari dimana bola berada, kemudian menendangnya, dan saling berebut bola sesuai dengan yang telah diperintahkan.

C.Metode Pembelajaran

–        Inclusive

–        Belajar tuntas

–        Reciprocal

D.Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

–        Berbaris, berdoa, dan pemanasan

–        Menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan pada hari itu

–        Melakukan permainan sepak bola sesuai dengan yang diperintahkan.

–        Pendinginan, berdoa bubar

E.Sumber Belajar

–        Ruang kelas.

–        Bola yang telah dimodifikasi.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

SD/Mi : SLB Kedung Kandang – Malang.

Mata pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

Kelompok : Tuna Netra.

Standar Kompetensi : Melakukan aktifitas jasmani.

Kompetensi Dasar : Melakukan gerakan jalan lurus kedepan dengan                            batas pipa.

Indikator :  Berjalan lurus dengan batas pipa yang telah ditata                             lurus.

Alokasi Waktu : 15 – 20 menit

A. Tujuan

Siswa dapat berjalan lurus kedepan dengan bantuan pipa yang telah diletakkan disebelahnya.

B.Materi Pembelajaran

Berjalan lurus.

Siswa berusaha berjalan lurus kedepan.

C.Metode Pembelajaran

–        Inclusive

–        Belajar tuntas

–        Reciprocal

D.Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

–        Berbaris, berdoa, dan pemanasan

–        Menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan pada hari itu

–        Melakukan gerakan jalan lurus kedepan bolak-balik.

–        Pendinginan, berdoa bubar

E.Sumber Belajar

–        Ruang kelas.

–        Pipa.

3.2 KEBERHASILAN PROGRAM

Berdasarkan pengamatan kelompok yang telah kami lakukan pada minggu pertama di SLB Kedung Kandang – malang, kami telah mencatat bagaimana keadaan dari masing-masing siswa dalam kelompok yang kami amati. Dan dari situ kami membuat program yang sesuai dengan mereka. Program yang kami buat mengenai pembelajaran bagaimana menggenggam dan membuka telapak tangan sesuai perintah, melempar bola, menangkap bola, menendang bola, melakukan permainan sepak bola secara kelompok, dan berjalan lurus kedepan. Program yang kami buat berdasarkan pengamatan yang kami lakukan pada minggu kedua saya rasa berhasil, karena mereka sibuk dan merasa senang dalam melaksanakan kegiatan yang kami berikan.

Dalam pelaksanaan program yang telah kami berikan ada yang kurang berhasil yaitu menangkap bola. Karena keterbatasan mereka sehingga mereka sulit untuk menangkap bola dengan berdiri sehingga kami mensiasatinya dengan duduk sehingga mereka dengan mudah bisa menangkapnya. Tetapi tidak semua dari mereka mau melakukan aktivitas atau perintah yang telah kami buat karena salah satu dari mereka selain mengalami gangguan penglihatan tetapi ada juga yang  menderita tuna ganda.

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s