Ephie2's Blog

Just another WordPress.com weblog

Cacat Desember 16, 2009

Filed under: kesehatan — ephie2 @ 10:49 am
Tags: , , , ,

Pengertian cacat fisik

Orang-orang yang cacat tubuhnya atau cacat fisik adalah mereka yang tubuhnya tidak normal sehingga sebagian besar kemampuannya untuk berfungsi di masyarakat terhambat.

Anak Yang Memiliki Gangguan Cacat Fisik

Dilihat dari aspek fisik anak kelompok ini dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu:

  1. Tuna Netra
  2. Tuna Rungu
  3. Tuna daksa
  • Tuna Netra

Anak dikatakan tuna netra apabila mereka kehilangan daya lihatnya sedemikian rupa sehingga tidak dapat menggunakan fasilitas pendidikan anak awas/normal pada umumnya sehingga untuk mengembangkan potensinya diperlukan layanan pendidikan khusus. Tuna netra dibagi menjadi dua , yaitu:

  1. Kurang awas (low vision), yaitu seseorang dikatakan kurang awas bila ia masih memiliki sisa penglihatan sedemikian rupa sehingga masih dapat sedikit melihat atau masih bisa membedakan gelap dan terang.
  2. Buta (blind), yaitu seseorangdikatakan buta apabila ia sudah tidak memiliki sisa penglihatan sehingga tidak dapat membedakan gelap dan terang.

Ciri-ciri fisik:

1. Memiliki daya dengar yang sangat kuat sehingga dengan cepat pesan-pesan melalui pendengaran dapat dikirim ke pusat pengertian di otak.

2. Memiliki daya perabaan langsung dapat dikirim kepusat pengertian di otak.

3.  Kadang-kadang mereka suka mengusap-usap mata dan berusaha membelalakkannya.

4. Kadang-kadang mereka memiliki prilaku yang kurang sedap bila dilihat oleh orang normal pada umumnya atau dengan sebutan blindism (misalnya: mengkerut-kerutkan kening, menggeleng-gelengkan kepada secara berulang-ulang dengan tanpa disadarinya).

  • Tuna Rungu

Seseorang dikatakan tuna rungu apabila mereka kehilangan daya dengarnya sedemikian rupa sehingga untuk pengembangan potensinya diperlukan pendidikan khusus. Tuna rungu dibagi dua, yaitu:

  1. Tuli (deaf)

Jika mereka kehilangan kemampuan mendengar 70 dB atau lebih sehingga akan mengalami kesulitan untuk dapat mengerti atau memahami pembicaraan orang lain melalui pendengarannya, walaupun dengan menggunakan atau tidak menggunakan alat Bantu dengar.

  1. Lemah Pendengaran (a hard of hearing)

Jika mereka kehilangan kemampuan mendengar berkisar antara 35-69 dB, sehingga mereka mengalami kesulitan untuk mendengar tetepi tidak terhalang baginya untuk mengerti pembicaraan orang lain walaupun dengan menggunakan atau tidak menggunakan alat Bantu dengar (Moores, 1987:5).

Ciri-ciri Fisik:

  • Anak-anak pada umumnya berjalan agak membungkuk dan seperti sempoyongan akibat dari kerusakan alat keseimbangan di telinga bagian tengah.

Ciri-ciri Mental:

  • Anak-anak pada umumnya seperti tetapi  sebenarnya dia normal (bodoh semu) akibat dari ketidakmendengarannya sehingga kurangnya informasi yang diterima di pikiran/otak.

Ciri-ciri social:

  • Anak-anak pada umumnya sering menaruh curiga terhadap orang-orang yang ada disekitarnya.
  • Tuna Daksa

Seseorang dikatakan mengalami ketunadaksaan apabila terdapat kelainan anggota tubuh sebagai akibat dari luka, penyakit, pertumbuhan yang salah bentuk sehingga mengakibatkan turunnya kemampuan normal untuk melakukan gerakan-gerakan tubuh tertentu dan untuk mengotimalkan potensi kemampuannya diperlukan layanan khusus . Tuna daksa ada dua kategori, yaitu:

  1. Tuna daksa orthopedic (Orthopedically handicapped), yaitu mereka yang mengalami kelainan, kecacatan tertentu sehingga menyebabkan terganggunya  fungsi tubuh. Kelainan tersebut dapat terjadi pada bagian tulang-tulang, otot-otot tubuh maupun pada daerah persendian, baik yang dibawa sejak lahir maupun yang diperoleh kemudian. Contoh: anak polio.
  2. 2. Tuna daksa syaraf (Neurologically handicapped), yaitu kelainan yang terjadi pada anggota tubuh yang disebabkan gangguan pada urat syaraf. Salah satu kategori penderita tunadaksa syaraf dapat dilihat pada anak cerebral pasly.

Ciri-ciri fisik:

  • Anak memiliki keterbatasan atau kekurangan dalam kesempurnaan tubuh. Misalnya tangannya putus, kakinya lumpuh atau layu, otot atau motoriknya kurang terkoordinasi dengan baik.

Ciri-ciri mental:

  • Anak memiliki kecerdasan normal bahkan ada yang sangat cerdas.
  • Depresi, kemarahan dan rasa kecewa yang mendalam disertai dengan kedengkian dan permusuhan. Orang tersebut begitu susah dan frustasi atas cacat yang dialami
  • Penyangkalan dan penerimaan, atau suatu keadaan emosi yang mencerminkan suatu pergumulan yang diakhiri dengan penyerahan. Ada saat-saat di mana individu tersebut menolak untuk mengakui realita cacat yang telah terjadi meskipun lambat laun ia akan menerimanya.
  • Meminta dan menolak belas kasihan dari sesama. Ini adalah fase di mana individu tersebut mencoba menyesuaikan diri untuk dapat hidup dengan kondisinya yang sekarang. Ada saat-saat ia ingin tidak bergantung, ada saat-saat ia betul-betul membutuhkan bantuan sesamanya. Keseimbangan ini kadang-kadang sulit dicapai.

Ciri-ciri social:

  • Anak kelompok ini kurang memiliki akses pergaulan yang luas karena keterbatasan aktivitas geraknya. Dan kadang-kadang anak menampakkan sikap marah-marah (emosi) yang berlebihan tanpa sebab yang jelas. Untuk kegiatan belajar-mengajar disekolah diperlukan alat-alat khusus penopang tubuh, misalnya kursi roda, kaki dan tangan buatan.
Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s