Ephie2's Blog

Just another WordPress.com weblog

Tes dan Pengukuran Desember 16, 2009

Filed under: kuliah — ephie2 @ 10:59 am
Tags: , , ,
  1. Validitas berasal dari bahasa asing validity yang berasal dari kata valid, yang artinya shahih/tepat. Suatu tes dikatakan “valid” apabila tes itu dengan tepat mengukur apa yang seharusnya diukur sesuai dengan tujuan pengukuran.
  1. Validitas atau kesahihan menunjukkan pada kemampuan suatu instrument (alat pengukur) mengukur apa yang harus diukur (…. A valid measure if it successfully, measure the phenomenon), seseorang yang ingin mengukur tinggi harus memakai meteran, mengukur berat dengan timbangan, meteran, timbangan merupakan alat ukur yang valid dalam kasus tersebut.

Petunjuk Pelaksanaan Tes dan Pengukuran

Jenis Tes                        : Antropometri (Lingkar kepala, pergelangan tanagn, pergelangan kaki, lebar telapak kaki)

Tujuan                         : Mengetahui pertumbuhan dan perkembanagan individu

Alat dan peralatan       : –     Kaliper Geser

–          Blangko dan alat tulis

Pengetes                      : –     1 orang pencatat hasil

–          1 orang pengukur

Pelaksanaan Tes          :

  1. Sebelum memulai tes dipastikan semua alat lengkap.
  2. Seorang pengukur mengukur lingkar kepala, pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan lebar telapak kaki.
  3. Pastikan alat kaliper geser menempel pada kulit.
  4. Pastikan tidak ada benda atau materi lain yang menambah atau mengurangi lingar kepala, pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan lebar telapak kaki.
  5. tes dilakukan 1x dan pada hari yang sama.

Pencatatan hasil          : Setelah melakukan pengukuran pada testee segera dicatat pada blangko yang telah disediakan.

Jenis Tes                      : Push-Up semampu mungkin

Tujuan                         : Mengukur kekuatan otot lengan dan tangan

Alat dan peralatan       :           – Tally counter

– Lantai yang datar atau matras

– Blangko dan alat tulis.

Pengetes                      : 1 orang pencatat hasil

1 orang pengawas merangkap penghitug

Pelaksanaan Tes          :

  1. Sebelum memulai tes dipastikan semua alat lengkap.
  2. Testee tengkurap dilantai , kedua tangan diletakkan didada, kedua kaki lurus, rapat dan tubuh simetris.
  3. Dengan aba-aba “Ya” testee berusaha mengangkat tubuh dengan kedua tangannya lurus.
  4. Seorang pengawas merangkap menghitung testee yang melakukan tes push-up.
  5. Tes dilakukan 2x

Pencatatan hasil          : – Hasil yang dicatat adalah berapa kali testee dapat melakukan tes tersebut dngan benar dan semampu mungkin.

Catatan : Dipastikan selama tes berlangsung seluruh tubuh terangkat keatas.

Jenis tes                                   : Chenning 30’

Tujuan                                     : Mengukur daya tahan otot perut.

Alat dan perlengkapan            : Tally counter.

Lantai yang datar (matras).

Stopwatch.

Blangko dan alt tulis.

Pengetes                                  : 1 0rang pengawas merangkap menghitung.

1 orang pencatat hasil.

1 orang yang berdiri diatas testee.

1 orang pengambil waktu.

Pelaksanaan tes                       :

  1. Seorang testee berbaring telentang dilantai, jari-jari kedua tangan diluruskan (berpegangan denganorang yang berdiri diatasnya) dan kedua kaki lurus.
  2. Seorang berdiri diatas testee membantu memegang tangan.
  3. Dengan aba-aba “Ya” testee berusaha duduk dan stopwatch dijalankan dan tepat pada detik ke 30’ stopwatch dihentikan.
  4. Gerakan tersebut dilakukan selama 30’.
  5. Setiap testee diberi kesempatan 2x.

Pencatatan hasil                      : – Hasil yang dicatat adalah berapa kali testee dapat melakukan tes tersebut dengan benar selama 30’

Catatan : Kedua tangan tetap berpegangan dengan orang yang berdiri diatasnya selamates berlangsung.

Selama tes berlangsung lutut tetap lurus seperti semula.

Seorang yang berdiri diatas testee tidak boleh membantu/ menarik tangan testee

Gerakan yang sah adalah apabila kedua siku pada saat duduk ditekuk.

Jenis tes                                   : Undering Shoot 30’

Tujuan                                     : Mengukur ketrampilan shooting dibawah ring basket selama 30’

Alat dan perlengkapan            : Ring basket.

Bola basket.

Stopwatch.

Tally counter.

Blangko dan alat tulis.

Pengetes                                  : 1 orang pencatat hasil.

1 orang penghitung waktu dan hasil tes.

Pelaksanaan tes                       :

  1. Sebelum dimulai tes dipastikan semua alat dan perlengkapan tes lengkap.
  2. Lemparan shoot kedalam ring dimulai dengan waktu 0’ dan ditandai dengan aba-aba dari penghitung waktu.
  3. Pada saat aba-aba “Ya” seorang testee melakukan shooting ke ring selama 30’ dan bersamaan dengan itu stopwatch dijalankan.
  4. Seorang penghitung menghitung jumlah bola yang masuk kedalam ring.
  5. Setiap testee diberi kesempatan 2x.

Pencatatan hasil                      : hasil yang dicatat adalah jumlah bola yang masuk ke dalam ring selama 30’

Jenis tes                                   : Tolak peluru tanpa awalan.

Alat dan perlengkapan            : Peluru.

Midline.

Kapur.

Bangku.

Blangko dan alat tulis.

Pengetes                                  : 1 orang pencatat hasil.

1 orang pemberi aba-aba dan merangkap sebagai pengawas.

1 orang pemberi tanda hasil tolakan dan merangkap sebagai pengukur.

Pelaksanaan tes                       :

  1. Sebelum tes dimulai dipastikan semua alat lengkap dan dilakukan pada hari yang sama.
  2. Sebelum dipakai tolakan peluru diberi kapur yang bertujuan sebagai tanda hasil tolakan yang sah.
  3. Dipastikan area tolakan dalam keadaaan kosong.
  4. Pada saat aba-aba “Ya” testee melakukan tolakan dengan benar tanpa da bantuan mengangkat lengan.
  5. Setelah penolak melakukan tolakan dengan segera pemberi tanda memberi tanda hasil tolakan dan setelah tolakan dilakukan 3x maka seorang pemberi tanda harus segera mengukur hasil tolakan tersebut dan melaporkan ke pencatat hasil.
  6. Setiap testee diberi kesempatan sebanyak 3x.

Pencatatan hasil                      : hasil yang dicatat adalah hasil tolakan peluru yang benar.

Hasil tersebut dicatat oleh testor  yang bertugas mencatat hasil.

Jenis tes                                   : Lempar bola basket tanpa awalan.

Alat dan perlengkapan            : Bola basket.

Midline.

Kapur.

Bangku.

Blangko dan alat tulis.

Pengetes                                  : 1 orang pencatat hasil.

1 orang pemberi aba-aba dan merangkap sebagai pengawas.

1 orang pemberi tanda hasil tolakan dan merangkap sebagai pengukur.

Pelaksanaan tes                       :

  1. Sebelum tes dimulai dipastikan semua alat lengkap dan dilakukan pada hari yang sama.
  2. Sebelum dipakai tolakan bola diberi kapur yang bertujuan sebagai tanda hasil tolakan yang sah.
  3. Dipastikan area lemparan dalam keadaaan kosong.
  4. Pada saat aba-aba “Ya” testee melakukan lemparan dengan benar tanpa ada bantuan mengangkat lengan.
  5. Setelah pelempar melakukan lemparan dengan segera pemberi tanda memberi tanda hasil lemparan dan setelah lemparan dilakukan 3x maka seorang pemberi tanda harus segera mengukur hasil lemparan tersebut dan melaporkan ke pencatat hasil.
  6. Setiap testee diberi kesempatan sebanyak 3x.

Pencatatan hasil                      : hasil yang dicatat adalah hasil lemparan bola yang benar.

Hasil tersebut dicatat oleh testor  yang bertugas mencatat hasil.

Jenis tes                                   : Chest Pass Gerak.

Tujuan                                     : Melatih kecepatan dan ketepatan cash pass serta kekuatan otot lengan.

Alat dan perlengkapan            : Tembok.                    Penggaris.

Kapur tulis.               Bola basket.

Stopwatch.                Blangko dan alat tulis.

Pengetes                                  : 1 orang pencatat hasil.

1 orang penghitung hasil cash pass.

1 orang penghitung waktu.

Pelaksanaan tes                       :

  1. Sebelum tes dimulai dipastikan semua alat lengkap dan tes dilakukan dihari yang sama.
  2. Cash Pass ke tembok dimulai dengan aba-aba “Ya” kemudian seorang testee harus segera melakukan cash pash ketembok dengan benar.
  3. Bersamaan dengan aba-aba “Ya” stopwatch dijalankan dan dihentikan pada saat stopwatch menunjukkkan angka 30’.
  4. Setiap testee diberi kesempatan 3x.

Pencatatan hasil                      : Hasil yang dicatat adalah cash pass yang benar ketembok.

Catatan :

–          Jarak lemparan ketembok untuk laki-laki 1,50 sedangkan perempuan 1,25.

–          Cash pass dilakukan dengan cara bergerak kesamping mengikuti jumlah kotak yang ada pada tembok kemudian dilakukan selama 30’.

–          Untuk bola yang masuk dalam kotak kecil pas ditengah-tengah dihitung 3, untuk garis dan diluar kotak kecil dihitung 2 dan untuk  diluar kotak dihitung.

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s